Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 10 poin menyusul aksi wait and see investor. Indeks menjadi satu-satunya yang melemah di Asia.
Mengawali perdagangan akhir pekan, IHSG dibuka berkurang 6,417 poin (0,15%) ke level 4.286,436 ketinggalan penguatan bursa-bursa di regional. Investor tetap berhati-hati terhadap perkembangan 'jurang fiskal' AS dan Uni Eropa.
Indeks hanya sempat menanjak ke posisi tertingginya di 4.295,108 dan kembali jatuh ke teritori negatif. Pergerakan indeks banyak dihabiskan di zona merah hingga siang hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga sektor berusaha mengangkat indeks ke zona hijau, yaitu agrikultur, infrastruktur dan perdagangan. Sayangnya, tujuh sektor terkena koreksi dipimpin sektor industri dasar sehingga indeks harus puas istirahat di zona merah.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 83.870 kali pada volume 2,819 miliar lembar saham senilai Rp 2,243 triliun. Sebanyak 101 saham naik, sisanya 96 saham turun, dan 99 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia kompak menguat di teritori positif hingga siang hari ini. Sentimen positif dari pasar global bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku pasar regional.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 24,62 poin (1,21%) ke level 2.053,86. Â
- Indeks Hang Seng menguat 45,03 poin (0,20%) ke level 22.294,84. Â
- Indeks Nikkei 225 naik 10,32 poin (0,11%) ke level 9.555,48. Â
- Indeks Straits Times bertambah 28,77 poin (0,93%) ke level 3.106,97. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Mandom (TCID) naik Rp 600 ke Rp 10.500, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 500 ke Rp 55.300, Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 275 ke Rp 3.525, dan Telkom (TLKM) naik Rp 150 ke Rp 9.050.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 850 ke Rp 38.850, Adira Finance (ADMF) turun Rp 650 ke Rp 11.000, Indocement (INTP) turun Rp 550 ke Rp 22.450, dan Mayora (MYOR) turun Rp 300 ke Rp 20.000.











































