"Bakrie sudah tidak pernah lagi ikut rapat direksi hampir satu tahun ini dan menjalankan kepentingannya lewat Samin Tan," kata Rothschild dalam email yang diterima Bloomberg, Senin (10/12/2012).
"Kita harus melihat keluarnya Samin Tan dan Rosan Roeslani jika ingin melihat perusahaan ini kembali normal," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam surat pengunduran dirinya ke dewan direksi Bumi Plc, Indra Bakrie menyatakan tujuan awal Grup Bakrie terhadap perusahaan yang terdaftar di bursa London itu belum tercapai, sehingga Grup Bakrie menawarkan proposal untuk keluar dari Bumi.
Grup Bakrie sudah menawarkan pembelian kembali saham anak usahanya di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai US$ 1,4 miliar (Rp 12,6 triliun) dari Bumi Plc.
Tawaran yang diberikan Bakrie itu jika disetujui maka akan dilakukan dalam tiga tahap. Pertama menukar guling saham Bumi Plc dengan 29% saham BUMI yang dimilikinya. Kedua, membeli sisa saham BUMI secara tunai, dan terakhir membeli 85% saham Berau milik Bumi Plc.
Proposal yang dilayangkan bulan lalu itu menyusul tuduhan adanya penyimpangan dana di BUMI dan permintaan Rothschild untuk melakukan audit investigasi di perusahaan tambang tersebut.
Rothschild merespons tawaran itu dengan menyatakan mundur dari jabatan direksi di Bumi Plc, yang dibentuk dua tahun lalu bersama Grup Bakrie. Pengunduran diri ini dilakukan setelah beredar kabar hubungan Rothschild-Bakrie tidak lagi mesra seperti dulu.
Menurut sumber detikFinance, meski sudah mundur dari posisi direksi Bumi Plc, Rothschild masih menjadi pemegang saham dan berniat mengambil alih perusahaan tambang tersebut.
Menurutnya, tujuan akhir Rothschild ada dua, yang pertama adalah memojokkan Grup Bakrie sampai bangkrut sehingga bisa menguasai seluruh asetnya yang ada di Indonesia.
Sementara yang kedua, atau alternatifnya, adalah mengadu domba pemerintah RI atau pihak lain dengan Grup Bakrie. Rothschild akan membantu pihak yang bertentangan dengan Grup Bakrie tersebut sehingga akhirnya tetap mempertahankan asetnya di Indonesia.
Salah satu pihak yang kabarnya digaet Rothschild adalah salah satu kelompok usaha kandidat presiden RI 2014 Prabowo Subianto. Kabarnya, kedua kelompok usaha sudah melakukan pertemuan untuk bekerja sama menjatuhkan Grup Bakrie.
"Nat (Rothschild) tahu betul Grup Bakrie memang sangat kesulitan keuangan saat ini sehingga sangat mudah untuk dibuat bangkrut," ujar sumber tersebut.
(ang/dnl)











































