Perusahaan penyedia dan penasihat keamanan dunia maya, Context Information Security, sudah ditunjuk untuk melakukan investigasi terhadap akun email Komisari Utama Bumi Plc, Samin Tan, pada 24-25 November lalu.
Hasilnya diketahui, sepanjang Juli 2012 akun email dan komputer pribadi Samin Tan sudah menjadi target penjahat cyber mengorek informasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsultan Senior Context,Stuart McKenzie mengatakan, sudah melakukan investigasi di Jakarta untuk mencari tahu alasan dan latar belakang si pelaku melakukan pembajakan, kerugian yang diderita target sampai seberapa banyak data yang berhasil dicuri.
Hacker tersebut diduga sukses melancarkan aksinya pada 5 Agustus 2012, ditandai dengan matinya situs dan jaringan kelompok usaha itu secara sementara. Dengan demikian, maka semua email dan data yang disimpan dalam komputer bisa dilihat dengan bebas oleh si pembajak.
Salah satu cara yang dilakukannya adalah mengirim tiga buah email yang isinya sebuah tautan alias link menuju situs tertentu. Jika di-klik, maka tautan itu akan memasukan program jahat (malware) ke dalam komputer si empunya.
Meski demikian, masih diperlukan investigasi lebih lanjut terhadap laptop milik Samin Tan beserta jajaran direksi laninya untuk mengetahui data apa saja yang sudah dicuri oleh si pembajak. Selain milik Samin Tan, pemeriksaan juga akan dilakukan terhadap komputer dan email milik Alex Ramlie, Ken Allen dan Stefan White.
Seperti diketahui, hacking terhadap email manajemen Grup Bakrie telah dilaporkan ke Kepolisian. Kelompok usaha bisnis besar di Indonesia ini pun mengaku telah mencurigai beberapa nama pelaku.
"Beberapa nama yang kami curigai juga sudah kami serahkan kepada pihak kepolisian," jelas Christopher Fong, Senior Vice President Bakrie Group, dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip detikFinance, Kamis (11/10/2012).
Tak lama setelah Grup Bakrie melaporkan inside tersebut, Samin Tan melaporkan hal yang serupa. Bakrie dan Samin Tan merupakan kongsi di Bumi Plc yang selama ini berseteru dengan investor asal Inggris, Nathaniel Rothschild.
Sejak lama, Bakrie dan Rothschild punya hubungan yang panas, tak lagi mesra seperti tahun 2010 kala membentuk perusahaan patungan Bumi Plc yang sebelumnya bernama Vallar. Rothschild dikabarkan ingin menguasai anak usaha perusahaan patungan itu yang berbasis di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dengan segala cara.
Pertama kali ia menuduh BUMI tidak bisa membayar utang-utangnya dan bertanggung jawab atas anjloknya harga saham Bumi Plc. Untuk itu, ia menawarkan diri untuk membeli sebagian saham Bumi Plc yang uangnya nanti dipakai untuk Grup Bakrie bayar utang.
Sayangnya, rencana Rothschild ini tidak berjalan mulus. Grup Bakrie memilih kelompok usaha Samin Tan untuk membantu kiris finansialnya. Diajaklah Samin Tan berkongsi di Bumi Plc dengan membeli 23% saham Bumi Plc milik Grup Bakrie.
Tak patah arang, Rothschild yang sangat bernafsu menguasai aset-aset tambang Bakrie di Indonesia itu kembali menuduh bawah BUMI melakukan penyimpangan kinerja keuangan. Ia meminta adanya audit investigasi di emiten berkode BUMI itu.
Tak terima atas tuduhan ini, Grup Bakrie sudah menawarkan pembelian kembali saham anak usahanya di Indonesia itu senilai US$ 1,4 miliar (Rp 12,6 triliun) dari Bumi Plc.
Tawaran yang diberikan Bakrie itu jika disetujui maka akan dilakukan dalam tiga tahap. Pertama menukar guling saham Bumi Plc dengan 29% saham BUMI yang dimilikinya. Kedua, membeli sisa saham BUMI secara tunai, dan terakhir membeli 85% saham Berau milik Bumi Plc.
Buntut dari proposal ini adalah banyaknya direksi yang mengundurkan diri, mulai dari Dirut Bumi Plc Ari Hudaya, dua direktur yaitu Indra Bakrie dan Nat Rothschild.
(ang/dnl)











































