Menurut Chief Financial Officer PT MNC GS Homeshopping Yuli Susiyanto, penetrasi bisnis TV Home Shopping masih sangat rendah. Padahal potensinya amat besar. Bisnis ini menjadi 'media' baru berbelanja selain situs jual beli (online shopping).
Sejak bisnis ini diujicoba Agustus 2012, MNC Shop diakui Yuli cukup menarik masyarakat. Hingga kini akumulasi transaksi perseroan mencapai Rp 20 miliar-Rp 25 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CEO MNC Shop Reino Barack menambahkan, TV Home Shopping akan tumbuh bersama dengan penetrasi situs jual beli. Dengan kondisi Indonesia yang kepulauan, bisnis ini menjadi solusi karena tidak terbatas ruang dan waktu.
"Dengan Indonesia negara kepulauan membuat bisnis internet dan tv dapat berkembang. Namun internet masih kecil, sedangkan tv sudah lebih baik. Ke depan pendapatan tv tidak hanya dari iklan tapi TV Home Shopping seperti ini," paparnya.
"TV Home Shopping di negara Korea sudah berkembang, dan Indonesia pertumbuhannya akan lebih pesat. Dalam jangka panjang Indonesia bisa menjadi pemain ketiga terbesar," tegasnya.
Tahun depan perseroan akan membangun studio khusus MNC Shop. Dana akan diambil dari alokasi belanja modal yang total mencapai Rp 10 miliar.
"Dana yang modal awal kami Rp 80 miliar, sedangkan untuk capex relatif kecil. Tahun depan sekitar Rp 9-10 miliar. Kami akan bangun studio," papar Reino.
(wep/ang)










































