Menutup perdagangan awal pekan, Senin (10/12/2012), IHSG naik 11,813 poin (0,28%) ke level 4.302,609. Sementara Indeks LQ45 menguat 4,242 poin (0,58%) ke level 731,656.
Semalam, Wall Street menguat tipis menyusul adanya harapan kesepakatan politisi atas jurang fiskal Amerika Serikat (AS). Pelaku pasar masih dibayangi krisis utang Uni Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini, IHSG masih mendapatkan sentimen yang mixed dengan pergerakan cenderung menguat. Lesunya pasar saham AS dan global bisa menjadi pemberat pasar.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari:
- Indeks Nikkei 225 menipis 6,91 poin (0,07%) ke level 9.526,84. Β
- Indeks KOSPI menanjak 6,68 poin (0,34%) ke level 1.964,10. Β
Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
Mengawali pekan ini IHSG ditutup menguat seiring dengan maraknya sentimen positif dari bursa regional. Data tenaga kerja di AS tercatat menguat menutup efek negatif dari penurunan consumer confidence. Jumlah orang yang bekerja bertambah 146.000 orang pada bulan November, lebih tinggi dari perkiraan yang sebesar 85.000. Angka pengangguran juga mengalami perbaikan dari 7,9% turun menjadi 7,7%, terendah semenjak Des 2008. Selain itu ada juga kabar positif dari China, yaitu factory output dan retail sales November berhasil melampaui estimasi awal. Hal ini dipandang sebagai sinyal pertumbuhan ekonomi China sudah siap tumbuh lebih tinggi. Pergerakan indeks kemarin juga diwarnai oleh berita rencana BI menaikkan suku bunga Fasbi, guna meredakan tekanan terhadap Rupiah. Hari ini kami proyeksikan indeks berpeluang untuk bergerak menguat terbatas. Kisaran support-resistance hari ini 4.285-4.320. Saham Pilihan : GGRM, BBCA, BABP, PNLF, TBIG.
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 11.81 poin (+0.27%) ke 4,302.61 dengan jumlah transaksi sebanyak 26.68 juta lot atau setara dengan Rp 5.73 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+0.22%), sektor basic-industries (-0.79%), sektor construction and property (-0.67%), sektor consumer goods (-0.02%), sektor finance (-1.02%), sektor infrastructure (+0.85%), sektor mining (-0.05%), sektor misc-industries (+0.58%), dan sektor trade (-0.33%)
Tercatat sebanyak 104 saham mengalami penguatan, 136 saham mengalami penurunan, 92 saham tidak mengalami perubahan dan 134 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.I BBCA (+3.98%), GGRM (+2.26%), ASII (+0.71%), TLKM (+1.09%), dan EXCL (+3.51%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. UNVR (-1.14%), CPIN (-2.99%), SMGR (-1.35%), ICBP (-1.89%), dan BYAN (-2.05%).
Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 246.17 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. BMRI, BBRI, KLBF, ASII, dan INTP. Mata uang Rupiah terapresiasi ke 9,633 per Dollar AS.
Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin membuat peluang teknikal rebound semakin menguat di mana terlihat volume yang naik tajam disertai peluang MACD Histogram yang Golden Cross, namun mesti diwaspadai stochastic yang sedikit melandai. Untuk perdagangan hari ini kami perkirakan IHSG masih akan mendapatkan sentimen mixed dengan kecenderungan menguat. Resistance di 4332, dan support di 4246.
Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : TLKM, INCO, dan KIJA.
(ang/ang)











































