Rostschild Sebarkan Dokumen Palsu Demi Usir Bakrie dan Samin Tan

Rostschild Sebarkan Dokumen Palsu Demi Usir Bakrie dan Samin Tan

- detikFinance
Selasa, 11 Des 2012 14:17 WIB
Rostschild Sebarkan Dokumen Palsu Demi Usir Bakrie dan Samin Tan
Jakarta - Nathaniel Rotchschild diduga telah membajak dokumen Grup Bakrie dan Borneo melalui dunia maya. Dokumen curian ini kemudian dipalsukan untuk merusak citra Bumi Plc.

Kabarnya, dokumen curian dan palsu itulah yang digunakan Nat untuk mendorong adanya audit investigasi terhadap transaksi yang terjadi di anak usaha Bumi Plc di Indoensia, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Berau Coal Tbk (BRAU).

"Dokumen yang ditujukan kepada jajaran direktur independen Bumi Plc yang mengarah pada penyelidikan Macfarlane telah dicuri atau di-hack dan dipalsukan. Seolah-olah informasi itu berasal dari 'whistleblower'. Padahal wistleblower-nya adalah Nath Rothschild sendiri. Nat harus menjelaskan dari mana dia memperoleh dokumen tersebut," tegas Juru Bicara Grup Bakrie Chris Fong, dalam keterangannya, Selasa (11/12/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Chris mengatakan, selama ini Rothschild telah dan terus berbohong mengenai keadaan investasi Vallar Plc yang sebenarnya di BUMI dan BRAU. Dia juga telah menyesatkan para pemegang saham dan pasar dengan informasi palsu yang berasal dari dokumen yang dicuri.

Tujuan utama Nat adalah menguasai aset-aset Bumi Plc yang merupakan aset strategis di Indonesia, yaitu BUMI dan BRAU.

"Selama ini Nat selalu berusaha merusak tata kelola perusahaan di Bumi Plc demi kepentingan pribadi. Dan itu merupakan cara Nat untuk menguasai aset-aset Bumi Plc. Jadi sumber masalah utama di Bumi Plc adalah Nat Rothschild," kata Chris.

Chris menegaskan, pencurian dokumen tidak hanya dilakukan terhadap komputer dan email di grup Bakrie. Hal yang sama juga telah dilakukan terhadap dokumen Samin Tan, Komisaris Utama Bumi Plc. Bahkan hasil temuan dari konsultan keamanan internet yang disewa yaitu Contex Information Security, akun email Samin Tan telah dibajak (di-hack) sejak 1 Maret 2012.

Melalui aksinya itu, peretas bisa mengakses semua email Samin Tan dan mengambil dokumen-dokumen penting dari komputer pribadi melalui infeksi perangkat lunak atau malware.

"Tindak kejahatan ini sudah sangat sistematis dan memiliki tujuan tertentu. Pelakunya pun pasti sama karena dilakukan terhadap Samin Tan dan Grup Bakrie yang merupakan pemegang saham Bumi Plc," tandas Chris.

Terkait tindak kejahatan ini Grup Bakrie telah melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya pada 11 Oktober lalu. Selanjutnya, Grup Bakrie akan melaporkan masalah ini ke otoritas berwenang di London, Inggris.

Pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sedang menelusuri dalang di balik pembobolan sistem dan email milik grup ini. Diduga, hacker ini beroperasi di Indonesia.
(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads