PTBA Raih Kontrak Batubara Baru 73,1 Juta Ton

PTBA Raih Kontrak Batubara Baru 73,1 Juta Ton

- detikFinance
Selasa, 11 Des 2012 16:49 WIB
PTBA Raih Kontrak Batubara Baru 73,1 Juta Ton
Jakarta - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sepakat memasok batubara ke PT Pupuk Indonesia (Persero) dan PT Sumber Segara Primadaya pemilik PLTU Cilacap, dengan total 73,1 juta ton. Batubara yang dikirim ke Pupuk Indonesia 68,6 juta ton, sedangkan Sumber Segara 4,5 juta ton.

Perjanjian kerja sama kepada Pupuk Indonesia berlaku untuk masa 30 tahun dengan rata-rata pengiriman sebesar 2,3 juta ton per tahun dengan kandungan 4.650 kcal/kg . Sedangkan pengiriman batubara kepada Sumber Segara hingga akhir Desember 2016, dengan kandungan 4.900 kcal/kg.

"Penjualan batubara PTBA ke Pupuk Indonesia ditujukan ke tiga anak perusahannya, masing-masing PT Pupuk Iskandar Muda Aceh, PT Pupuk Sriwijaya Palembang, dan PT Pupuk Kujang Cikampek," kata Sekretaris Perusahaan PTBA, Joko Pramono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/12/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesepakatan pemasokan batubara ini ditandatangani Direktur Niaga PTBA M. Jamil dengan Direktur Teknik dan Pengembangan PT Pupuk Indonesia Nugraha Budi Eka. Sementara dengan Sumber Segara diwakili oleh Direktur Utamanya.

"Tambahan pasokan batu bara oleh PTBA ini sudah sejalan dengan peningkatan kapasitas angkutan batubara oleh PT Kereta Api dari lokasi tambang di Tanjung Enim Sumsel menuju pelabuhan pengiriman di Tarahan Bandar Lampung dan Kertapati Pelembang dari saat ini sekitar 15 juta ton per tahun menjadi 22,7 juta ton per tahun pada 2014 mendatang," paparnya.

"Selain itu, pembangunan jalur baru kereta api yang dibangin anak perusahaan PTBA, PT Bukit Asam Transpacific Railway dari Tanjung Enim menuju propinsi Lampung ditargetkan sudah mulai beroperasi 2017 dengan target angkutan 25 juta ton per tahun," paparnya.

Seiring dengan itu, juga dilakukan peningkatan kapasitas Pelabuhan Tarahan dari saat ini 13 juta ton menjadi 25 juta ton per tahun pada tahun 2014, sekaligus peningkatan kepasitas sandarnya, dari sebelumnya kapal 80 ribu DWT menjadi 150 ribu DWT.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads