Wakil Menteri BUMN Mahmuddin Yasin menyatakan, selain bisa menyerap tenaga kerja baru, rencana Initial Public Offering (IPO) perseroan juga bisa meningkatkan laba bersih perusahaan menjadi dua kali lipat pada 2015 sampai 2016.
"Untuk tenaga kerja, 500 yang bisa diserap langsung. Kalau tidak langsung sekitar 2000. Hal ini juga memberi peningkatan penerimaan negara dari pajak dan pembayaran dividen," ujar Yasin saat rapat bersama Komisi XI DPR RI, Jakarta, Rabu (12/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"IPO juga bertujuan agar penerapan good coorporate governance (GCG) dapat terwujud," jelasnya.
Agus Marto menyatakan kepemilikan saham bersama publik membuat basis investor perseroan lebih luas untuk menjadi sumber pembiayaan yang jangka panjang dan tidak berbunga. Rights issue juga dapat dilakukan jika sewaktu-waktu perseroan membutuhkan dana tambahan.
"Likuiditas menjadi lebih tinggi. Status sebagai perusahaan terbuka juga membuat perseroan mudah mencari pinjaman dana dari bank dan dalam negosiasi bunga pinjaman," tandasnya.
Sebagai informasi, Kementerian BUMN optimistis Semen Baturaja akan melantai di bursa saham pada awal tahun nanti. Keyakinan tersebut diperoleh setelah DPR melalui Komisi VI menyetujui perihal aksi korporasi yang ditargetkan meraup dana sekitar Rp 1 triliun.
Menteri BUMN Dahlan Iskan menyebutkan, pemerintah hanya akan melepas 20 persen saham PT Semen Baturaja dalam proses penawaran saham perdana atau IPO nanti.
(nia/ang)











































