Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka turun 5,850 poin (0,13%) ke level 4.331,678 terkena tekanan jual lanjutan. Posisi indeks yang sudah naik tinggi dimanfaatkan investor mengambil untung.
Indeks sektor konsumer kembali terkena tekanan jual, terutama saham-saham unggulan alias blue chip. Indeks sektor tambang mencoba menahan indeks bertahan di zona hijau namun gagal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maraknya tekanan jual membuat indeks meluncur tajam sampai ke posis terendanya hari ini di 4.301,945. Saham konsumer memimpin pelemahan dengan koreksi lebih dari empat persen.
Aksi ambil untung ini kebanyakan dilakukan oleh pelaku pasar domestik. Sedangkan asing masih memburu saham-saham tambang kelas berat. Indeks sektor tambang pun menanjak lebih dari satu persen.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 94.084 kali pada volume 3,724 miliar lembar saham senilai Rp 3,235 triliun. Sebanyak 72 saham naik, sisanya 151 saham turun, dan 89 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia masih bergerak mixed sejak pagi hingga siang ini. Hanya pasar saham Jepang yang terlihat agresif, menanjak lebih dari satu persen, paling tinggi di Asia.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 14,19 poin (0,68%) ke level 2.068,54. Â
- Indeks Hang Seng menipis 0,35 poin (0,00%) ke level 22.503,00. Â
- Indeks Nikkei 225 melonjak 171,99 poin (1,80%) ke level 9.753,45. Â
- Indeks Straits Times naik 12,85 poin (0,41%) ke level 3.154,42. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 22.700, Harum Energy (HRUM) naik Rp 300 ke Rp 5.650, United Tractor (UNTR) naik Rp 250 ke Rp 19.250, dan Multi Prima (LPIN) naik Rp 150 ke Rp 7.950.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 2.600 ke Rp 20.550, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 900 ke Rp 57.250, Astra Agro (AALI) turun Rp 450 ke Rp 18.850, dan Mayora (MYOR) turun Rp 400 ke Rp 19.050.
(ang/dru)











































