Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Waskita Karya M. Choliq di Menara Sudirman Jakarta, Kamis (13/12/2012).
"Target Rp 21 triliun, 40% APBN atau APBD, 25-30% BUMN, sisanya private (swasta) 30%," tutur Choliq.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meminimalisasi proyek APBN, rasanya tidak, proyek APBN memiliki risiko kecil dari private dalam hal penagihan. Kalau private nakal, kalau pemerintah pasti dibayar, cuma persoalan lagi gaduh politiknya. Kita kerjakan secara profesional tidak kongkalikong," tambahnya.
Selain itu, untuk tahun depan, belanja modal perusahaan (capital expenditure/capex) perseroan mencapai Rp 150 miliar. "Belanja capex 2013 Ro 150 miliar dominan untuk pembangun pabrik beton pre cast," sebutnya.
Selain itu di 2013 Waskita yang sebelumnya hanya sebagai kotraktor akan masuk masuk pada investasi proyek jalan tol seperti proyek jalan tol Kuala Namu-Tebing Tinggi di Sumatera Utara dengan menggandeng PT Jasa Marga Tbk. Kemudian, Waskita juga akan masuk ke pengembangan properti.
(hen/dnl)











































