'Dihajar' Profit Taking, IHSG Jatuh 17 Poin

'Dihajar' Profit Taking, IHSG Jatuh 17 Poin

- detikFinance
Kamis, 13 Des 2012 16:12 WIB
Dihajar Profit Taking, IHSG Jatuh 17 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 17 poin menyusul maraknya aksi ambil untung yang dilakukan investor terhadap saham-saham blue chip. Saham konsumer jadi target profit taking investor lokal.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.625 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.630 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka turun 5,850 poin (0,13%) ke level 4.331,678 terkena tekanan jual lanjutan. Posisi indeks yang sudah naik tinggi dimanfaatkan investor mengambil untung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks sektor konsumer kembali terkena tekanan jual, terutama saham-saham unggulan alias blue chip. Indeks sektor tambang mencoba menahan indeks bertahan di zona hijau namun gagal.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG merosot 29,037 poin (0,67%) ke level 4.308,491 terkena aksi profit taking. Saham-saham konsumer dan agrikultur jadi target aksi ambil untung tersebut.

Maraknya tekanan jual membuat indeks meluncur tajam sampai ke posis terendanya hari ini di 4.299,719. Aksi beli jelang penutupan berhasil mengurangi koreksi indeks menjadi tidak terlalu tajam.

Mengakhiri perdagangan, Kamis (13/12/2012), IHSG ditutup jatuh 17,339 poin (0,40%) ke level 4.320,189. Sementara Indeks LQ45 ditutup berkurang 3,984 poin (0,54%) ke level 738,704.

Saham-saham yang menjadi sasaran aksi ambil untung investor adalah di sektor konsumer. Indeks sektor konsumer anjlok hampir empat persen. Saham-saham tambang masih berusaha menarik indeks balik arah ke zona hijau.

Namun, meski indeks sektor tambang naik lebih hampir dua persen tetap saja gagal membawa indeks positif. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 648,62 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 177.658 kali pada volume 7,437 miliar lembar saham senilai Rp 7,286 triliun. Sebanyak 102 saham naik, sisanya 140 saham turun, dan 96 saham stagnan.

Pergerakan bursa-bursa di Asia sangat variatif, pasar saham China anjlok sangat dalam sementara Jepang naik tinggi. Pergerakan ini dipengaruhi oleh situasi Eropa yang belum kondusif

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:


  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 21,25 poin (1,02%) ke level 2.061,48.
  • Indeks Hang Seng melemah 57,77 poin (0,26%) ke level 22.445,58.  
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 161,27 poin (1,68%) ke level 9.742,73.  
  • Indeks Straits Times naik 14,80 poin (0,47%) ke level 3.156,37.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 9.000 ke Rp 249.000, Indocement (INTP) naik Rp 600 ke Rp 22.950, United Tractor (UNTR) naik Rp 500 ke Rp 19.500, dan Harum Energy (HRUM) naik Rp 500 ke Rp 5.850.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 2.800 ke Rp 20.350, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 300 ke Rp 15.550, Mayora (MYOR) turun Rp 300 ke Rp 19.150, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 250 ke Rp 57.900.


(ang/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads