Pengelola RS Omni Jual Saham Rp 375-Rp 425 per lembar

Pengelola RS Omni Jual Saham Rp 375-Rp 425 per lembar

- detikFinance
Kamis, 13 Des 2012 18:43 WIB
Pengelola RS Omni Jual Saham Rp 375-Rp 425 per lembar
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Pengelola Rumah Sakit Omni Pulomas dan Alam Sutera, PT Sarana Meditama Metropolitan berniat melepas saham perdana ke publik dengan kisaran Rp 375-Rp 425 per lembar. Total dana yang diperoleh dari IPO ini sekitar Rp 70 miliar.

Presiden Direktur Sarana Meditama Metropolitan Noersing menerangkan, perseroan akan melepas 180 juta lembar saham baru ke publik. Ini setera dengan 15,25% dari modal disetor dan ditempatkan pasca listing di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT Lautandhana Securindo. Hasil IPO sekitar 50% sebagai biaya pelunasan utang, lalu 28% guna biaya pengembangan ekspansi kamar VIP, dan sisanya penambahan modal kerja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

RS Omni, menurut Noersing, memiliki rekam jejak yang baik di industri kesehatan selama 40 tahun sejak berdiri. Pertimbangan IPO juga didasari kompetensi perseroan, yang memiliki dokter-dokter yang terkemuka di spesialisasinya dan didukung tim medis yang kompeten.

"Indonesia memiliki populasi terbesar keempat di dunia sebanyak 238 juta jiwa, yang diproyeksikan akan tumbuh sebesar 1,1% per tahun selama lima tahun ke depan. Masyarakat kelas menengah di Indonesia pun diperkirakan akan tumbuh dari 36% menjadi 58% dari total penduduk pada tahun 2020 mendatang," katanya dalam rilis yang diterbitkan, Kamis (13/12/2012).

Belum lagi, pengeluaran biaya kesehatan per kapita di Indonesia mencapai US$ 55 atau jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata pengeluaran biaya kesehatan per kapita dunia sebesar US$ 854. "Hal tersebut menunjukkan potensi pertumbuhan yang luar biasa di industri pelayanan kesehatan di Indonesia," jelas Noersing.

Direktur Utama PT Lautandhana Securindo Wientoro Prasetyo menambahkan, periode bookbuilding saham RS Omni 13-18 Desember 2012, dengan target pernyataan efektif dari Bapepam-LK pada 28 Desember 2012.

Masa penawaran umum perdana saham dijadwalkan 3-7 Januari 2013. Sementara pencatatan saham di BEI pada 14 Januari 2013.

Hingga paruh pertama 2012, perseroan mencatat pendapatan Rp 130,56 miliar. Sementara posisi pendapatan di 2011 Rp 241,57 miliar. Sementara per Juni 2012, perseroan membukukan laba Rp 12,76 miliar, setelah pada tiga tahun terakhir 2009, 2010, dan 2011 masing-masing menderita rugi bersih Rp 29,21 miliar, Rp 24,85 miliar dan Rp 12,18 miliar.

"Secara historis, perseroan memiliki kinerja operasional yang baik tercermin pada EBITDA yang konsisten positif dan meningkat dari tahun ke tahun. Adapun, rugi komprehensif pada tahun 2009 hingga 2011, disebabkan oleh beban depresiasi dan beban bunga atas pembangunan RS Omni Alam Sutera," tegas Direktur Keuangan Sarana Meditama Metropolitan Hassan Themas.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads