BEJ Asuransikan Sistem Remote Trading

BEJ Asuransikan Sistem Remote Trading

- detikFinance
Rabu, 22 Sep 2004 14:06 WIB
Jakarta - Untuk menghindari tuntutan hukum dari para anggota bursa (AB) sehubungan dengan pelaksanaan remote trading (perdagangan jarak jauh) Bursa Efek Jakarta (BEJ) telah mengasuransikan sistem tersebut. Asuransi itu meliputi kesalahan yang terjadi akibat kegagalan sistem.Demikian diungkapkan Dirut BEJ Erry Firmansyah saat jumpa pers di Gedung BEJ, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (22/9/2004).Menurut Erry, asuransi itu perlu dilakukan untuk menghindari tuntutan hukum dan menyakinkan anggota bursa terhadap sistem remote trading. Namun Erry belum menjelaskan nama asuransi yang menangani sistem itu.BEJ sejak sesi I Selasa (21/9/2004) telah kembali memulai sistem remote trading yang telah disempurnakan secara liveremote trading itu diikuti 17 anggota bursa mandiri dan 6 anggota bursa melalui ASP (Application Service Provider).Menurut Erry, pelaksanaan live remote trading kemarin relatif berjalan lancar meskipun sempat terjadi gangguan sedikit, namun hal itu bisa diatasi. "Dalam satu pekan ini pelaksanaan sistem remote trading memasukan tahap stabilisasi," ungkapnya.Untuk pengadaan sistem remote trading itu BEJ menganggarkan dana sekitar US$ 1,7-1,8 juta di luar software yang ada. Sistem ini juga telah diaudit oleh auditor Ernst & Young dengan mengikuti standar internasional. Selanjutnya untuk tahap kedua pendaftaran AB yang akan ikut sistem ini dilakukan pada awal Oktober dimana implementasinya dilakukan pada 1 Januari 2005 yang diharapkan bisa memasukan 20-25 AB baru. Untuk tahap ketiga dilaksanakan pada April 2005 yang akan diikuti 25-30 AB, pada tahap empat pada Juli 2005 diikuti 35 AB selebihnya diharapkan akan ikut pada bulan Oktober atau November. Dengan demikian pada akhir 2005 seluruh AB sudah bisa mengikutinya.Keunggulan remote trading ini katanya bisa meningkatkan efektivitas dan efisiensi sehingga perusahaan sekuritas anggota bursa tidak perlu lagi memiliki broker di floor trading BEJ yang cukup diwakili satu orang. Selain juga bisa memperluas basis investor karena AB bisa menambah investornya dari luar daerah lebih banyak.Mengenai investasi yang harus dikeluarkan AB untuk mengikuti sistem ini baru akan dijelaskan pada RUPS BEJ 14 Oktober 2004. "Tapi pada dasarnya tidak ada batasan maksimal atau minimal karena mungkin saja AB sudah punya beberapa peralatan awal," kata Erry yang mengakui untuk investasi ini butuh biaya banyak.Mengenai keengganan AB asing masuk sistem ini, menurut Erry Firmansyah hal itu tidak benar karena justru AB asing sudah banyak yang ingin ikut remote trading namun BEJ baru membuka implementasinya pada Januari 2005 karena saat ini mensuspensi dulu pendaftaran yang ada. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads