Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 9.630 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 9,442 poin (0,22%) ke level 4.310,747, langsung jatuh ke zona merah akibat aksi ambil untung lanjutan. Sentimen negatif datang dari pasar global, terutama jurang fiskal AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melemah 28,494 poin (0,66%) ke level 4.291,695 di tengah transaksi yang sudah mulai lesu setelah beberapa hari lalu cukup ramai. Aksi ambil untung terjadi di saham-saham komoditas infrastruktur.
Investor asing masih menahan diri setelah kemarin cukup agresif dan banyak lakukan aksi beli. Sedangkan investor lokal banyak lakukan aksi ambil untung.
Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (14/12/2012), IHSG terpangkas 11,326 poin (0,26%) ke level 4.308,863. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 2,821 poin (0,38%) ke level 735,883.
Situasinya berbeda dengan kemarin, saham-saham tambang kini jadi pemberat bursa dengan koreksi lebih dari satu persen. Sementara saham konsumer menjadi penahan jatuhnya pasar dengan penguatan lebih dari dua persen.
Aksi ambil untung banyak dilakukan investor lokal. Sedangkan pemodal asing melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 14,07 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 128.361 kali pada volume 3,985 miliar lembar saham senilai Rp 4,782 triliun. Sebanyak 99 saham naik, sisanya 128 saham turun, dan 101 saham stagnan.
Pasar saham China menanjak tinggi lebih dari empat persen menyusul harapan adanya kebijakan baru pemerintah setempat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Sentimen positif ini mengerek naik bursa-bursa Asia lainnya.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai meroket 89,15 poin (4,32%) ke level 2.150,62. Â
- Indeks Hang Seng menguat 160,40 poin (0,71%) ke level 22.605,98. Â
- Indeks Nikkei 225 naik tipis 5,17 poin (0,05%) ke level 9.737,56. Â
- Indeks Straits Times bertambah 7,54 poin (0,24%) ke level 3.164,09. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 6.000 ke Rp 255.000, Unilever (UNVR) naik Rp 1.850 ke Rp 22.200, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 450 ke Rp 42.150, dan Mayora (MYOR) naik Rp 350 ke Rp 19.500.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 450 ke Rp 19.050, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 450 ke Rp 58.000, Gudang Garam ( GGRM) turun Rp 450 ke Rp 57.450, dan Bayan (BYAN) turun Rp 400 ke Rp 9.100.
(ang/dru)











































