Akibat Aksi Ambil Untung, Indeks Saham Jatuh Lagi
Rabu, 22 Sep 2004 16:18 WIB
Jakarta - Aksi ambil untung (profit taking) yang melanda BEJ membuat indeks harga saham gabungan pada penutupan perdagangan Rabu (22/9/2004) turun 5,628 poin pada level 818,230. Penurunan indeks juga dipicu oleh melemahnya bursa global sehubungan dengan rencana kenaikan suku bunga The Fed.Indeks LQ-45 turun 1,215 poin pada level 178,590, JII turun 0,430 poin pada level 136,595, MBX turun 2,281 poin pada level 217,734 dan DBX turun 0,350 poin pada level 191,550.Perdagangagn di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 14.714 kali pada volume 2.595.073 lot saham senilai Rp 694,068 miliar. Sebanyak 46 saham naik, 84 saham turun dan 250 saham stagnan. Saham-saham yang turun harganya di top losser diantaranya: HM Sampoerna turun Rp 150 menjadi Rp 5.750, Ramayana Lestarai Sentosa turun Rp 75 menjadi Rp 4.250, BRI turun Rp 75 menjadi Rp 1.950, Bank Danamon turun Rp 75 menjadi Rp 3.675, Unilever turun Rp 50 menjadi Rp 3.400, Astra Internasional turun Rp 50 menjadi Rp 6.850, Indosat turun Rp 50 menjadi Rp 4.325.Sedangkan saham yang naik harganya di top gainer diantaranya: Barito Pacific Timber naik Rp 90 menjadi Rp 320, Energi Mega Persada naik Rp 45 menjadi Rp 500, Semen Cibinong naik Rp 35 menjadi Rp 385, Bank Buana Indonesia naik Rp 25 menjadi Rp 625 dan Bank Panin naik Rp 10 menjadi Rp 300.Investor melakukan aksi profit taking setelah pada Selasa kemarin indeks naik cukup tajam dan mencetak rekor baru. Menurut Dirut BEJ Erry Firmansyah penurunan indeks hari ini adalah hal yang wajar. Pasalnya jika indeks terus naik justru pada saat turun akan sangat parah.Penurunan ini menurutnya tidak terlepas dari rencana The Fed yang akan menaikan suku bunganya dari 1,5 persen menjadi 1,7 persen dimana setiap kenaikan suku bunga The Fed bursa global memgalami koreksi. "Yang penting Bank Indonesia juga tidak ikut menaikkan suku bunga," ujarnya.
(san/)











































