Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (14/12/2012), IHSG terpangkas 11,326 poin (0,26%) ke level 4.308,863. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 2,821 poin (0,38%) ke level 735,883.
Sedangkan, saham-saham di bursa Wall Street AS jatuh di tengah kekhawatiran pelaku pasar akan belum pastinya kebijakan jurang fiskal atau fiscal cliff. Saham Apple juga ikutan anjlok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini, IHSG akan membuka perdagangan awal pekan dengan bergerak mixed cenderung menguat. Aksi ambil untung masih menghantui perdagangan.
Berikut situasi di bursa-bursa regional pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 132,95 poin (1,37%) ke level 9.870,51. Β
- Indeks KOSPI melemah 4,37 poin (0,22%) ke level 1.990,67. Β
Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG pada perdagangan terakhir pekan lalu kembali ditutup melemah seiring dengan kekhawatiran semakin sedikitnya waktu untuk mencapai kesepakatan anggaran. Data ritel dan tenaga kerja yang bagus pun tidak sanggup mendorong indeks keluar dari zona negatif. Data klaim tunjangan pengangguran pekan lalu tercatat turun 29.000 orang menjadi 343.000. Angka ini lebih baik dari perkiraan yang sebesar 369.000. Data retail sales bulan November naik lebih tinggi dari estimasi, yang disebabkan oleh pembelian otomotif dan juga menjelang musim belanja liburan. Sentimen fiscal cliff juga menghapus katalis positif dari optmisme perekonomian China, yang merupakan kekuatan ekonomi ke 2 dunia, akan rebound menyusul beberapa data makro ekonomi terakhir yang menunjukkan perbaikan. Mengawali pekan ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Kisaran support-resistance : 4.275-4.332. Saham pilihan : MAIN, WIKA, PTPP, MAPI, TELE.
eTrading Securities
Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup turun -11.33 poin (-0.26%) ke 4,308.86 dengan jumlah transaksi sebanyak 7.97 juta lot atau setara dengan Rp 4.78 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG antara lain sektor agricultural (-1.18%), sektor basic-industries (+0.38%), sektor construction and property (+0.32%), sektor consumer goods (+2.31%), sektor finance (-0.81%), sektor infrastructure (-1.72%), sektor mining (-1.03%), sektor misc-industries (-0.03%), dan sektor trade (-0.41%)
Tercatat sebanyak 99 saham mengalami penguatan, 128 saham mengalami penurunan, 100 saham tidak mengalami perubahan dan 135 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.I UNVR (+9.09%), BMRI (+0.63%), BBNI (+1.40%), LPKR (+2.88%), dan SMGR (+0.67%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. TLKM (-3.28%), BBRI (-2.78%), BBCA (-2.12%), UNTR (-2.31%), dan BYAN (-4.21%).
Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp19.45 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. UNVR, SMGR, INTP, BBNI, dan GGRM. Mata uang Rupiah terdepresiasi ke 9,694 per Dollar AS.
Secara teknikal penurunan IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu masih mengindikasikan bahwa IHSG akan mengalami koreksi lanjutan pada hari ini. Hal ini terlihat dengan melihat indikator RSI dan Stochastic yang memberikan sinyal bearish. Untuk support berada pada level 4,245 dan resistance 4,385.
Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : AUTO, ADHI, TELE.
(ang/ang)











































