Asing Masih 'Ngiler' Saham-Saham BUMN

Asing Masih 'Ngiler' Saham-Saham BUMN

- detikFinance
Selasa, 18 Des 2012 11:17 WIB
Asing Masih Ngiler Saham-Saham BUMN
Jakarta - Saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menjadi perburuan investor asing. Kinerja yang baik dengan dukungan dana dari pemerintah, menjadikan saham perdana BUMN sangat diminati pemodal asing.

Direktur PT Mandiri Sekuritas, Iman Rachman menjelaskan, permintaan asing terlihat saat penawaran perdana saham PT Waskita Karya (Persero) yang direncanakan listing, Rabu (19/12/2012) besok.

"Asing tetap melihat saham BUMN baik, namun memang untuk (penawaran) Waskita dibatasi 20% dari total. Sisanya 80% terserap oleh domestik," kata Iman di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/12/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada dasarnya kemampuan asing dalam pembelian saham IPO Waskita lebih besar. Namun sebagai penjamin pelaksana emisi, Iman menghormati kebijakan pemegang saham Waskita Karya.

"Porsi ini kan keinginan dari pemegang saham. Dengan asing hanya 20%, bukannya jelek. Kalau asing bisa serap satu kali oversubsribe," tuturnya.

Waskita memang telah menetapkan harga saham perdana Rp 380 per lembar. Waskita menargetkan bisa memperoleh dana segar sebesar Rp 1,171 triliun.

Dana IPO sekitar 60% sebagai suntikan modal kerja secara permanen. Dengan modal segar ini, rasio leverage perseroan akan lebih sehat. "Dengan 60% dana IPO tersebut Debt to Equity Ratio (DER) kami akan turun dari 4 kali menjadi 2 kali. Debt to EBITDA dari 2,5 kali menjadi 1,5 kali," kata Direktur Utama Waskita Karya, M. Choliq beberapa waktu lalu.

Sedangkan sisanya, 40% sebagai pengembangan usaha perseroan. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi IPO Waskita adalah PT Danareksa Securitas, PT Bahana Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads