Pada lima menit pertama saham BUMN Karya ini berada di kisaran Rp 420-460 per lembar. Saham ini sempat berada pada posisi terendahnya Rp 420 dan tertinggi Rp 490. Saham perseroan telah ditransaksikan sebanyak 296.505 lot dengan total volume Rp 71,08 miliar.
Perseroan menawarkan saham perdana ke publik sebesar 3.082.315.000 lembar atau 32% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Ini sudah termasuk 192.645.000 lembar saham baru, atau 2% dari modal ditempatkan untuk Employee Stock Allocation (ESA). Juga dana MESOP, sekitar 288.967.000 saham baru. Nilai nominal ditetapkan Rp 100 per lembar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan 60% dana IPO tersebut Debt to Equity Ratio (DER) kami akan turun dari 4 kali menjadi 2 kali. Debt to EBITDA dari 2,5 kali menjadi 1,5 kali," kata Direktur Utama Waskita Karya, M. Choliq beberapa waktu lalu.
Sedangkan sisanya, 40% sebagai pengembangan usaha perseroan. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi IPO Waskita adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas.
Permintaan saham WSKT selama bookbuilding mengalami oversubscribe (kelebihan permintaan) hingga 9 kali dari jumlah saham yang dilepas ke publik. M. Choliq menambahkan, investor institusi mendominasi pemesanan saham selama bookbuilding. Sementara investor ritel tidak terlampau besar.
"Selama bookbulding kita datangi ke sekira 100 investor besar," tegasnya. Bagi manajemen, IPO perseroan adalah timing yang tepat. Manakala kondisi pasar dan saham konstrukti lagi booming. Akibatnya, kendati harga saham perdana dipatok mendekati level tertinggi, minat investor pun tetap tinggi.
(wep/ang)











































