"Semen Baturaja boleh dibilang, program IPO yang carry over tahun depan. Selain itu, dari kita (Kementerian BUMN) ingin BUMN yang bergerak di bidang jasa logistik, PT Pos, juga Pagadaian," kata Deputi Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Kementerian BUMN, Pandu Djajanto, di gedung BEI, Jakarta, Rabu (19/12/2012).
Semen Baturaja menargetkan dana IPO sekitar Rp 1 triliun dan sebagian besar dana dialokasikan sebagai pengembangan usaha. Sedangkan PT Pos juga disiapkan untuk listing di pasar modal Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, terdapat anak usaha BUMN yang dipersiapkan menjadi emiten. Nama-namanya masih sama seperti yang telah diungkapkan Menteri BUMN, Dahlan Iskan yaitu PT Pertamina Drilling Service, PT Pertamina Gas, anak usaha PT Pertamina (Persero), PT GMF AeroAsia (anak usaha PT Garuda Indonesia), dan PT PLN Engineering (anak usaha PLN Persero).
"Anak usaha tetap kita dorong, meski tergantung pemegang sahamnya. Mereka tentu akan lihat (anak usaha) yang mana yang terbaik, paling cantik," tuturnya.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen pun berharap makin banyak perusahaan negara yang mencatatkan sahamnya di lantai bursa. Secara rata-rata emiten BUMN memiliki kinerja baik, dan menjadi salah satu pilihan investor dalam berinvestasi.
Mengomentari minimnya partisipasi BUMN dalam proses IPO di 2013, Hoesen menganggapnya wajar karena proses pengambilan keputusan untuk melepas saham negara kepada publik sangatlah panjang.
"IPO BUMN ini memang sangat tergantung dari kesiapan perusahaan. Pengambilan keputusan juga panjang, sampai DPR. Buat saya, ini yang harus dijalani. Kalau sudah gitu, nggak heran kalau lama," tegasnya.
(wep/ang)











































