Salah satu petinggi Grup Bakrie yaitu Anindya Bakrie menyatakan, pihaknya sedang menganalisa secara perlahan untuk melihat aset-aset perusahaan yang bisa dijual.
"Kita lagi analisa secara umum, tentunya tidak terburu-buru karena aset kita banyak yang bagus dan selalu terpenuhi. Yang pasti kita akan fokus di bisnis inti dulu baik tambang dan maupun telekomunikasi," kata Anindya di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (19/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) anak usaha Grup Bakrie melepas beberapa asetnya demi membayar utang. Melalui anak usahanya, PT Bakrie Toll Road (BTR), lima ruas tol dijual ke Grup MNC milik pengusaha Hary Tanoe senilai Rp 2 triliun.
Presiden Direktur ELTY Ambono Janurianto menjelaskan, ruas tol telah berpindah tangan ke grup MNC yang meliputi Kanci-Pejagan, ataupun yang masuk dalam konsesi Pejagan-Pemalang, Pasuruan-Probolinggo, Batang-Semarang, Ciawi-Sukabumi serta Cimanggis- Cibitung.
Penjualan tersebut termasuk akuisisi lahan 1.000 ha yang dikuasai Bakrieland. Niat Bakrie untuk membangun taman bermain kelas dunia, layaknya Disney, akan diteruskan Hary Tanoesoedibjo.
Sayangnya Ambono belum mau menyebut detail transaksi lahan strategis di Lido tersebut. Keseluruhan penjualan aset ini diharapkan akan meringankan perusahaan, karena hasilnya diperuntukan sebagai pengurangan utang.
(dnl/hen)











































