Tekanan Jual Berlanjut, IHSG Berkurang 11 poin

Tekanan Jual Berlanjut, IHSG Berkurang 11 poin

- detikFinance
Kamis, 20 Des 2012 09:34 WIB
Tekanan Jual Berlanjut, IHSG Berkurang 11 poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkena koreksi menyusul tekanan jual yang terjadi sejak pembukaan perdagangan. Hampir seluruh sektor terkena koreksi.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka stagnan di posisi Rp 9.660 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.

Pada perdagangan preopening, IHSG berkurang 8,310 poin (0,19%) ke level 4.267,549. Sedangkan Indeks LQ45 melemah 2,129 poin (0,29%) ke level 729,625.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Membuka perdagangan, Kamis (20/12/2012), IHSG turun 11,769 poin (0,25%) ke level 4.264,090. Indeks LQ45 berkurang 2,466 poin (0,34%) ke levcel 729,294.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG terkoreksi 19,638 poin (0,46%) ke level 4.256,221. Sementara Indeks LQ45 terpangkas 5,471 poin (0,75%) ke level 726,283.

Kemarin, IHSG jatuh 25 poin akibat maraknya aksi ambil untung. Seharian menghabiskan waktu di zone merah, indeks pun kembali turun hingga mendarat di level 4.275.

Semalam, saham-saham di Wall Street berakhir melemah akibat pembicaraan politisi yang berkepanjangan soal jurang fiskal Amerika Serikat (AS). Namun, harapan investor tetap berharap kesepakatan bisa tercapai.

Bursa-bursa di regional rata-rata dibuka melemah pagi hari ini terkena sentimen negatif dari pasar global itu. Hanya bursa saham Singapura yang berhasil naik tipis.

Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 5,76 poin (0,27%) ke level 2.156,48.
  • Indeks Hang Seng turun 103,92 poin (0,46%) ke level 22.519,45.  
  • Indeks Nikkei 225 berkurang 94,37 poin (0,93%) ke level 10.066,03.  
  • Indeks Straits Times bertambah 1,97 poin (0,06%) ke level 3.160,54.  

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka stagnan di posisi Rp 9.660 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.

(ang/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads