Direktur Utama TELE Lily Salim menerangkan, potensi jasa voucher listrik pra bayar sangat menjanjikan. Terlebih pengelola listrik negara, PLN (Persero) terus mendorong penggunaan listrik pra bayar kepada pelanggan konvensional.
"PLN jumlah pelanggan 44 juta, konsumer prepaid hingga 2012 mencapai 8 juta. Dan ini akan bertambah dan diperkirakan menjadi 13 juta tahun depan," katanya di Graha Niaga, Jakarta, Jumat (21/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam target kami, ingin 5% dari pangsa pasar senilai Rp 260 miliar per bulan, atau Rp 3,1 triliun per tahun," jelasnya.
Voucher listrik pra bayar akan diproduksi perseroan mulai awal 2013. Tiphone akan bekerja sama dengan beberapa bank selaku payment point online bank (PPOB) dalam bisnis ini.
"Kalau voucher listrik, kita jika habis di malam hari mau nggak mau beli. Karena rumah akan padam. Sedangkan handphone, kalau habis bisa besok," ucapnya.
Corporate Secretary Tiphone, Semuel menambahkan, jasa voucher listrik pra bayar juga akan menambahkan fee based income perseroan. Pasalnya terdapat marjin keuntungan Rp 1.000 per voucher setiap pembelian kepada pelanggan PLN.
"Kita kerja sama dengan sistem komisi," tegasnya.
(wep/ang)











































