Pasar modal domestik semakin percaya diri mengingat pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur. Sektor pendorong ekonomi selain dari sisi infrastruktur, semen dan operator jalan tol, selain pula terdapat potensi pertumbuhan pada sektor properti dan konsumer.
Investment Research OSK Nusadana Indonesia dalam laporannya seperti dikutip detikFinance, Jumat (21/12/2012) menyampaikan ekonomi Indonesia bisa melesat 6,2% dengan dukungan konsumsi domestik. Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2013 diperkirakan sekitar 10-15% menjadi 4.825 hingga akhir tahun. IHSG mencerminkan price earning 13,8 kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
OSK pun memberi perhatian lebih pada saham-saham lapis dua, yang berpotensi tumbuh lebih tinggi dibandingkan blue chip. Saham lapis dua memiliki kinerja paling memuaskan sepanjang 2012, yang mencapai 35,5%. Bandingkan dengan indeks yang hanya 12,3%.
"Kami percaya ruang untuk saham sektor ini lebih kuat, yang kami berikan pula beberapa rekomendasi," tambahnya.
Berikut beberapa saham, temasuk diantaranya saham lapis atas pilihan perseroan untuk tahun 2013, . Saham seperti Mitra Adiperkasa dan Bekasi Fajar punya potensi cerah.
1. Mitra Adiperkasa (MAPI)
Saham sektor konsumer ini memiliki target harga Rp 7.700, atau mengalami kenaikaan dari posisi saat ini Rp 7.000. Perseroan kini memiliki market capitalization Rp 11,62 triliun. Price Earning Ratio saham MAPI di 2012 mencapai 28,3 kali dan tahun depan 21,7 kali.
2. Bekasi Fajar (BEKS)
Saham perusahaan kawasan industri ini memiliki target harga Rp 930, atau mengalami kenaikaan dari posisi saat ini Rp 740. Perseroan kini memiliki market capitalization Rp 6,48 triliun. Price Earning Ratio saham perseroan di 2012 mencapai 14,9 kali dan tahun depan 8,3 kali.
3. Malindo Feedmill (MAIN)
Saham Malindo memiliki target harga Rp 3.000 atau mengalami kenaikaan dari posisi saat ini Rp 2.325 . Perseroan kini memiliki market capitalization Rp 3,94 triliun. Price Earning Ratio saham perseroan di 2012 mencapai 12,3 kali dan tahun depan 9,7 kali.
4. Indospring (INDS)
Saham perserpan memiliki target harga Rp 6.650 atau mengalami kenaikaan dari posisi saat ini Rp 3.875. Perseroan kini memiliki market capitalization Rp 1,62 triliun. Price Earning Ratio saham perseroan di 2012 mencapai 8,6 kali dan tahun depan 7,4 kali.
5. Wijaya Karya (WIKA)
Saham salah satu BUMN Karya ini memiliki target harga Rp 1.850 atau mengalami kenaikaan dari posisi saat ini Rp 1.560 . Perseroan kini memiliki market capitalization Rp 1,02 triliun. Price Earning Ratio saham perseroan di 2012 mencapai 20,3 kali dan tahun depan 18,5 kali.
6. Semen Gresik (SMGR)
Saham perusahaan yang telah berganti nama Semen Indonesia ini memiliki target harga Rp 17.000 atau mengalami kenaikaan dari posisi saat ini Rp 14.850 . Perseroan kini memiliki market capitalization Rp 88,08 triliun. Price Earning Ratio saham perseroan di 2012 mencapai 18,7 kali dan tahun depan 16 kali.
7. Ciputra Surya (CTRS)
Saham perusahaan properti grup Ciputra, Ciputra Surya memiliki target harga Rp 3.750 atau mengalami kenaikaan dari posisi saat ini Rp 2.425. Perseroan kini memiliki market capitalization Rp 4,79 triliun. Price Earning Ratio saham perseroan di 2012 mencapai 17,3 kali dan tahun depan 15 kali.
8. Bumi Serpong (BSDE)
Saham pengembang kawasan milik Sinarmas Land ini memiliki target harga Rp 1.950 atau mengalami kenaikaan dari posisi saat ini Rp 1.240. Perseroan kini memiliki market capitalization Rp 21,69 triliun. Price Earning Ratio saham perseroan di 2012 mencapai 18,8 kali dan tahun depan 14,4 kali.
9. BW Plantation (BWPT)
Saham pengelola lahan sawit swasta BWPT memiliki target harga Rp 1.560 atau mengalami kenaikaan dari posisi saat ini Rp 1.160. Perseroan kini memiliki market capitalization Rp 4,68 triliun. Price Earning Ratio saham perseroan di 2012 mencapai 14 kali dan tahun depan 13,2 kali.
(wep/ang)











































