Telkom Tambah Kepemilikan Saham di PSN Jadi 35 Persen

Telkom Tambah Kepemilikan Saham di PSN Jadi 35 Persen

- detikFinance
Kamis, 23 Sep 2004 12:07 WIB
Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk telah menambah kepemilikan saham di anak perusahaanya, PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN). Kepemilikan Telkom saat ini menjadi 35 persen dari sebelumnya sekitar 17 sampai 18 persen.Demikian diungkapkan Direktur Utama PT Telkom Kristiono kepada wartawan di sela-sela seminar 'Leadership Strategic and Corporate Culture', di Graha Niaga, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (23/9/2004).Kristiono mengatakan, penambahan kepemilikan saham ini dilakukan dengan cara debt equity swap (pengalihan utang menjadi saham). Sehingga, sambug Kristiono, dalam proses ini Telkom tidak mengeluarkan dana sama sekali."Eksekusinya telah kita lakukan dan sekarang Telkom memiliki 35 persen saham di PSN. Penambahan saham ini dilakukan melalui debt to equity swap, di luar centralindo," kata Kristiono.Kritiono menambahkan, proses debt to equity swap itu dilakukan dengan para pemegang saham yang lain. Akibatnya, kata Kristiono, ada kepemilikan saham di PSN ada yang berkurang dan ada yang bertambah, seperti Telkom.Kristiono mengungkapkan, proses penambahan saham di PSN sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. Namun hal itu baru bisa dilakukan beberapa waktu lalu setelah proses restrukturisasi hutang PSN selesai.Bertambahnya kepemilikan saham Telkom di PSN ini tidak berpengaruh pada susunan direksi di perusahaan tersebut. Telkom tetap mempertahankan 2 direksi di perusahan tersebut.Telkom juga berharap kontribusi PSN terhadap pendapatan Telkom bisa meningkat. Hal ini sudah terlihat dari meningkatnya kinerja PSN dengan mengakuisisi beberapa pasar satelit di luar setelah menyelesaikan restruturisasi hutangnya.Masih menurut Kristiono, untuk tahun 2005 Telkom memproyeksikan biaya investas capital expenditure (capex) sama seperti tahun 2004 yakni Rp 5 triliun. Jumlah itu terdiri dari capex untuk seluler sebesar US $ 400 juta dan sisanya untuk fix line. Besaran capex tersebut akan disetujui dalam rapat Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) bulan November mendatang. (djo/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads