Mengakhiri perdagangan, Kamis (27/12/2012), IHSG ditutup menguat 6,767 poin (0,16%) ke level 4.281,861. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 0,413 poin (0,06%) ke level 730,008.
Semalam, Wall Street jatuh untuk hari keempatnya berturut-turut menyusul tenggat waktu 'jurang fiskal' AS yang semakin dekat namun keputusan belum juga diambil. Koreksi yang diderita pasar sama AS itu bisa berkurang setelah para politisi akan kembali berkumpul untuk membahas masalah fiskal tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini perdagangan terakhir di 2012, IHSG diperkirakan akan menguat terbatas didorong positifnya pasar saham Asia. Aksi window dressing juga diperkirakan akan terjadi.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 70,04 poin (0,68%) ke level 10.393,02. Β
- Indeks KOSPI menguat 4,27 poin (0,21%) ke level 1.991,62. Β
Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG bergerak menguat di tengah harapan Amerika terhadap tercapainya kesepakatan untuk menghindari fiscal cliff terus merosot seiring dengan waktu yang semakin sempit. Hal ini terus membuat bursa Amerika terkoreksi pada beberapa hari terakhir perdagangan mendekati berakhirnya 2012. Lembaga pooling di Amerika menyatakan 50% dari responden masih yakin kesepakatan anggaran akan tercapai, meski begitu angka tersebut turun dari pooling seminggu sebelumnya yang mencapai 57%. Pooling ini juga lebih berpihak pada usulan anggaran yg diajukan Obama, yaitu sekitar 54% naik dari 48%. Data ekonomi lainnya seperti harga perumahan yang mengalami kenaikan tertinggi sejak 2 tahun terakhir seperti tidak diperhatikan pasar. Pada hari perdagangan terakhir tahun ini, IHSG diperkirakan akan bergerak terbatas. Ada kemungkinan window dressing sebelum tutup tahun meski juga tergantung pada kepastian fiscal cliff. Kisaran support-resistance 4.250-4.310.
Trust Securities
Pergerakan variatif masih saja mewarnai IHSG pada perdagangan 2 hari jelang penutupan akhir perdagangan tahun ini. Menghijaunya bursa saham Asia hanya berimbas pada awal-awal perdagangan dan jelang penutupan justru mengalami pelemahan. Masih merahnya bursa saham Eropa saat dibukanya kembali perdagangan setelah libur Natal menghapus peluang rebound IHSG secara teknikal. Padahal asing telah melakukan aksi beli namun, pemodal lokal justru tidak memperpanjang aksi belinya seperti sehari sebelumnya dimana mereka mayoritas segera merealisasikan keuntungan setelah melihat kondisi tersebut. Akan tetapi, jelang penutupan kembalinya aksi beli bawa IHSG ke zona hijau. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.289,82 (level tertingginya) di awal sesi 2 dan menyentuh level 4.264,33 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.281,86. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Jumat (28/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.250-4.268 dan resistance 4.292-4.305. Berpola spinning dan mendekati middle bollinger bands (MBB). MACD bergerak datar dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih bergerak naik meninggalkan area oversold. Kenaikan IHSG kembali dipertanyakan, apakah ada keinginan bagi IHSG untuk menguat lebih tinggi lagi jelang akhir tahun? Karena kenaikan yang terjadi masih sangat terbatas. Menutup akhir tahun, pergerakan IHSG masih akan variatif dengan kecenderungan mencoba naik terbatas. Mungkin hanya itu performance (baik) yang bisa diberikan IHSG di akhir tahun ini.
(ang/ang)











































