"Manfaat kepada pasar, memajukan jam perdagangan, proses penyeralasan jam bursa regional Singapura, Hong Kong," tuturnya pada acara Konperensi Pers Akhir Tahun 2012 di Kantor BEI SCBD Jakarta, Jumat (28/12/2012).
Dengan majunya jam perdagangan, harapannya bursa di Indonesia bisa menjadi salah satu acuan bagi pelaku pasar untuk memperkirakan pergerakan harga saham dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Ito, tak mau mengaitkan perubahan waktu perdagangan dengan kenaikan transaksi perdagangan di bursa Indonesia.
"Jumlah transaksi tidak bisa diukur secara liner, dari perubahan harga, kalau Singapura dan Hong Kong anjlok, maka Indonesia juga ikut anjlok," pungkasnya.
Ito Optimistis Kinerja Pasar Modal RI Masih 'Kinclong' di 2013
Pada kesempatan yang sama, Ito optimistis dengan kinerja pasar modal Indonesia di 2013. Menurutnya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksi masih tumbuh di atas 6% tahun depan membuat pasar modal masih menjadi daya tarik bagi investor lokal dan asing.
"Tetapi yang penting Indonesia akan tumbuh lebih dari 6%. Artinya Indonesia masih pusat pertumbuhan dunia. Daya tarik investor asing tetap menanamkan modal di Indonesia," tutur Ito.
Seperti diketahui posisi perdagangan per Kamis 27 Desember 2012 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada posisi 4.281,86 atau menguat 12,03% dibandingkan pentupan posisi yang sama tahun 2011.
Melihat tren itu, Ito menilai indeks harga saham di pasar modal Indonesia masih tetap terjaga di 2013 bahkan investor asing tetap akan berinvestasi di Indonesia.
"Pengaruh indeks masih naik tahun depan, Indonesia masih pusat pertumbuhan dunia, investor asing masih menambah investasi di Indonesia sehingga menambah nilai saham," tambahnya.
Selain itu, pihaknya tetap perlu mewaspadai kondisi perekonomian global yang kondisinya tak jauh beda dengan tahun 2012.
"Tahun 2013 tidak banyak berbeda dengan ekonomi global, Eropa berjuang, Amerika berjuang," pungkasnya.
(feb/ang)











































