Lima Saham Terburuk dan Terbaik di Dunia 2012

Lima Saham Terburuk dan Terbaik di Dunia 2012

- detikFinance
Kamis, 03 Jan 2013 09:44 WIB
Lima Saham Terburuk dan Terbaik di Dunia 2012
Foto: CNBC
Jakarta - Pasar saham tak selalu menjanjikan. Ada saham unggulan dan saham yang bukan unggulan, ada terbaik tentu saja ada yang buruk. Saham-saham tersebut datang dari perusahaan beberapa sektor, dari ritel tradisional hingga perusahaan teknologi, finansial dan lainnya.

Dikutip dari CNBC, Kamis (3/1/2013), terdapat 5 saham terbaik dan 5 terburuk sepanjang tahun 2012. Berikut ini kita mulai dari 5 yang terburuk dilanjutkan dengan 5 terbaik.

5. Facebook (terburuk)

Saham Facebook masuk ke dalam jajaran saham yang terburuk pada tahun 2012. Hari pertama perdagangan shaam Facebook dibuka pada harga US$ 38 dan berangsur turun drastis pada titik rendah senilai US$ 17 setelah investor bertanya-tanya bagaimana jejaring sosial ini dapat menghasilkan uang.

Setelah mengakuisisi Instagram, saham Facebook kembali merangkak naik sampai akhir tahun 2012. Saham ini turun 27% dari hari pertama listing sampai akhir tahun 2012 lalu.

4. J.C Penney (terburuk)

Meskipun telah dibantu usaha terbaik oleh mantan marketing Apple, Ron Johnson, yang sekarang merupakan memimpin JC Penney sebagai CEO, saham perusahaan ritel ini jatuh dari harga tertingginya yakni US$ 43 pada bulan Februari menjadi US$ 20 pada pertengahan Desember lalu.

Harapan tinggi agar keadaan berbalik seperti semula tak pernah terjadi. Penurunan harga saham ini mencapai 43% dari hari pertama listing hingga akhir tahun.

3. Hewlett Packard (terburuk)

Perusahaan elektronik ini masuk ke dalam urutan 3 yang memiliki saham terburuk pada tahun 2012. Dari bulan Februari saham perusahaan yang mencapai US$ 30/lembar ini telah hancur oleh pasar komputer yang suram, dan bulan lalu, pernyataan bahwa perusahaan akan mendapatkan US$ 8 miliar setelah melakukan akuisisi dari Autonomy. Sejak awal listing hingga akhir tahun, saham HP turun 44%.

2. Best Buy (terburuk)

Sulit untuk percaya bahwa saham perusahaan ini menyentuh angka US$ 30 pada bulan Maret. Namun hingga akhir tahun kemarin, harga saham perusahaan ini turun hingga 48%. Beberapa alasan memperkuat momentum ini, di antaranya kerugian pada kuartal ketiga, memburuknya arus kas, dan juga ketatnya persaingan dengan sang kompetitor, Amazon.com.

1. Knight Capital Group (terburuk)

Hingga awal bulan Agustus, KCG masih menjadi salah satu pasar saham terbesar Wall Street. Namun, seakan berjalannya waktu, saham perusahaan tersebut turun drastris 65%, perusahaan kemungkinan merugi US$ 440 juta saat itu, jumlah yang lebih besar dari pendapatan perusahaan pada kuartal ke 2. Dari awal listing hingga akhir tahun 2012, saham perusahaan anjlok hingga 70%. Pada pertengahan Desember, perusahaan menyetujui pembelian Getco.

5. Yahoo (terbaik)

Yahoo merupakan salah satu perusahaan dengan saham terbaik pada tahun 2012. Dengan CEO-nya yang baru Marissa Meyer, Yahoo mengalami kenaikkan harga saham pada level tertinggi dalam 4 tahun terakhir.

Beberapa pihak sempat ragu dan mempertanyakan, apakah sentimen positif ini benar, namun Meyer menjawabnya dengan memperbanyak iklan dan segera menutup kesepakatan sebesar US$ 8 miliar dengan Alibaba. Hal itu menumbuhkan semangat para karyawannya. Hingga akhir tahun, harga saham ini naik 21%.

4. Apple (terbaik)

Tidak ada shaam yang lebih sering diperbincangkan daripada saham Apple. Dan untuk alasan yang baik, saham Apple menyentuh rekor hingga US$ 705 pada bulan September saat perusahaan merilisi iPhone 5 dan iPad Mini.

Pada pertengahan Desember saham turun menjadi di bawah US$ 500, namun harga saham itu kembali naik 30% pada akhir tahun. Sejak listing pertama hingga akhir tahun, pertumbuhan harga saham Aplle mencapai 29%.

3. Home Depot (terbaik)

Keuntungan besar pada pembelian rumah sejak 2006, terlebih pemulihan setelah bencana Badai Sandy, meningkatkan pendapatan Home Depot pada kuartal ketiga, mengalahkan perkiraan Wall Street meningkatkan pertumbuhan sahamnya hingga 47% sejak awal tahun.

Perusahaan retail ini pun mencapai pendapatan sepanjang tahun yakni US$ 3,03 per lembar saham, dan menyatakan bahwa perusahaan akan mendapatkan pendapatan tambahan sebesar US$ 700 juta dari sahamnya pada kuartal keempat.

2. American International Group (terbaik)

Perusahaan yang hampir saja bangkrut sebelum bailout pemerintah selama krisis finansial, memberikan kejutan dengan membalikkan keadaan pada tahun 2012. AIG sendiri menyerahkan kepemilikan atas perusahaan asuransi AIA yang berbasis di Hong Kong sebagai bagian dari penjualan asetnya yang mencapai US$ 65 miliar.

Dalam prosesnya, CEO AIG, mengeluarkan lebih banyak modal, membeli kembali saham, memimpin lagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan, dan mengumumkan kemungkinan dividen pada tahun 2013. Sejak hari pertama listing hingga akhir tahun, saham perusahaan mengalami kenaikkan hingga 52%.

1. Bank of America (terbaik)

Saham Bank of Amerika secara stabil telah merangkak naik dalam 11 bulan terakhir, dan pada bulan Desember mencapai level tertinggi sejak musim panas 2011. CEO perusahaan mendapat apresiasi dalam upayanya merampingkan inti bisnis dan mengurangi jumlah karyawan dalam rangka profitabilitas. Dari hari awal listing hingga akhir tahun, harga saham perusahaan mengalami kenaikkan hingga 105%.
Halaman 2 dari 11
(zul/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads