Menutup perdagangan, Kamis (3/1/2013), IHSG melaju 46,234 poin (1,06%) ke level 4.392,709. Sementara Indeks LQ45 melonjak 10,345 poin (1,39%) ke level 753,134.
Wall Street terkena koreksi akibat aksi ambil untung pasca reli dua hari setelah tercapainya kesepakatan pemerintah Amerika Serikat (AS) menghindari jurang fiskal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini, IHSG diperkirakan akan terkena aksi profit taking setelah kemarin mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Apalagi, sentimen negatif datang datang dari pasar global.
Pergerakan bursa-bursa Asia di regional pagi hari ini:
Indeks Nikkei 225 melonjak 290,45 poin (2,79%) ke level 10.685,63.
Indeks KOSPI melemah 9,34 poin (0,46%) ke level 2.010,07.
Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG kemarin ditutup menguat sempat menembus level 4.400. Kenaikan IHSG didukung oleh sentiment positif setelah Amerika berhasil mencapai kesepakatan anggaran sehingga terhindar dari bahaya Fiscal Cliff. Selain itu, data manufaktur Amerika bulan Desember mengalami pertumbuhan, yaitu 50.7 lebih tinggi dari konsensus yg sebesar 50.5. Padahal pada bulan sebelumnya manufaktur tercatat terendah dalam 3 tahun. Isu selanjutnya yang siap menghadang Amerika adalah peningkatan batas utang pada Februari 2013. Tetapi untuk waktu dekat ini setidaknya investor bisa bernafas lega setelah drama fiscal cliff yang berkepanjangan. Hari ini kami proyeksikan pergerakan indeks relatif terbatas. Beberapa saham yang menjadi pendorong kenaikan indeks dalam 2 hari terakhir juga sudah memasuki area overbought. Kisaran support-resistance 4.365-4.420. Saham pilihan : SSIA, AISA, PWON, GGRM.
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 52.78 poin (+1.21%) ke 4,399.26 dengan jumlah transaksi sebanyak 10.7 juta lot atau setara dengan Rp 6.11 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+2.01%), sektor basic-industries (+0.18%), sektor construction and property (+2.47%), sektor consumer goods (+0.96%), sektor finance (+0.78%), sektor infrastructure (+1.61%), sektor mining (+0.24%), sektor misc-industries (+3.78%), dan sektor trade (+0.55%)
Tercatat sebanyak 163 saham mengalami penguatan, 81 saham mengalami penurunan, 79 saham tidak mengalami perubahan dan 141 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.I ASII (+4.67%), BBRI (+2.13%), PGAS (+2.17%), UNVR (+1.14%), dan BDMN (+3.60%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. TPIA (-12.68%), BYAN (-3.80%), BMRI (-0.61%), CPIN (-1.39%), dan BUMI (-4.84%).
Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp632.09 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. ASII, BBRI, UNTR, SMCB, dan UNVR. Mata uang Rupiah terapresiasi ke 9,653 per Dollar AS.
Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin merupakan suatu breakout dari resistance sebelumnya sekaligus mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah (Highest high). Namun yang perlu diperhatikan adalah breakout ini tidak disertai dengan candle volume yang cukup. Oleh karena itu, besar kemungkinan hari ini IHSG akan mengalami penurunan untuk menguji partial decline pada pattern broadening top yang sedang terbentuk saat ini. Dengan resistance pada 4,425 menggunakan 127% Fibonacci extention dan support 4,340.
Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : ASII, BBRI, GGRM.
(ang/ang)











































