Corporate Communication Manager perusahaan George H. Basoeki mengaku, masih ada rasa optimis. Untuk itu, pihaknya akan terus berupaya untuk bisa merestrukturasi utangnya.
"Restrukturisasi masih berjalan. Kalau pasrah enggak, kita ikutin proses yang berjalan. Masih optimis," ungkapnya kepada wartawan, di Batavia Apartment, Jakarta, Jumat (04/01/13).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih jalan. Di Singapura. Belum tahu kapan. Mudah-mudahan bisa selesai sebelum semester pertama," kata Basoeki.
Sebagai gambaran, sebelumnya perseroan akan melakukan pembicaraan dengan working group dari para pemegang notes dalam rangka restrukturisasi obligasi (notes) yang gagal bayar selama enam bulan yang disebut dengan periode standstill.
Anak usaha CPRO di Singapura, Blue Ocean Resources Pte Ltd (BOR) belum dapat membayar bunga atas notes yang jatuh tempo pada 28 Desember 2009 sebesar US$ 17,875 juta. Sebabnya, perusahaan mengalami penurunan kinerja keuangan perseroan akibat serangan virus terhadap tambak-tambak udang milik anak perusahaan sejak April 2009 lalu.
Berdasarkan standstill agreement, selama periode standstill tersebut, pemegang notes tidak akan melakukan suatu tindakan mempercepat jatuh tempo pembayaran pinjaman pokok sebesar US$ 325 juta, melakukan eksekusi atas jaminan dari notes yang diberikan oleh BOR, perseroan ataupun pihak terkait lainnya sehubungan dengan notes tersebut.
Pemegang notes juga dilarang untuk melakukan segala langkah untuk memulai permohonan kepailitan atas BOR dan perseroan atau terhadap harta kekayaan BOR dan perseroan.
Hasil RUPSLB
Manajemen CPRO menyetujui untuk mengangkat Jimmy Joeng sebagai Wakil Direktur Utama perusahaan menggantikan Gunawan Taslim.
Kesepakatan itu disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan, di Batavia Apartment, Jakarta, Jumat (04/01/13).
"Pergantian direksi ini karena Pak Gunawan pindah. Nah, Pak Jimmy ini sebelumnya menjabat di CPRO juga sebagai direktur jadi naik posisi," kata Head of Corporate Communication George H Basoeki.
Sebelumnya, susunan direksi baru adalah Erwin Sutanto sebagai Direktur Utama, M. Jimmy Joeng menduduki posisi Wakil Direktur Utama dan Isman Haryanto, Achmad Wahyudi dan masing-masing sebagai Direktur.
"Ini hanya agenda tunggal saja, pergantian direksi saja, kan setiap ganti direksi harus RUPS," kata dia.
(ang/ang)











































