IHSG Mulai Jenuh Beli Pasca Cetak Rekor

Rekomendasi Saham

IHSG Mulai Jenuh Beli Pasca Cetak Rekor

- detikFinance
Senin, 07 Jan 2013 07:49 WIB
IHSG Mulai Jenuh Beli Pasca Cetak Rekor
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali cetak rekor tertinggi meski hanya naik tipis 10 poin. Aksi borong saham oleh investor asing dengan nilai hampir Rp 500 miliar mendorong indeks naik tinggi.

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (4/1/2013), IHSG ditutup naik 10,762 poin (0,24%) ke level 4.410,020. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat tipis 0,742 poin (0,10%) ke level 753,876.

Indeks Standard & Poor's 500 di pasar saham Wall Street menanjak ke posisi tertingginya dalam lima tahun terakhir didorong oleh tingginya angka tenaga kerja baru di Amerika Serikat (AS).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones bertambah 43,85 poin (0,33%) ke level 13.435,21. Indeks Standard & Poor's 500 menguat 7,10 poin (0,49%) ke level 1.466,47. Indeks Komposit Nasdaq naik tipis 1,09 poin (0,04%) ke level 3.101,66.

Hari ini, indeks diperkirakan akan mulai terkena aksi ambil untung setelah mencetak rekor tertingginya akhir pekan lalu. Posisi indeks sudah masuk area jenuh beli.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
Indeks Nikkei 225 menipis 6,13 poin (0,06%) ke level 10.681,98.
Indeks KOSPI melemah 12,04 poin (0,60%) ke level 1.999,90.

Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
Pada perdagangan terakhir pekan lalu IHSG kembali ditutup menguat masih didorong oleh euphoria kesepakatan anggaran AS yang berhasil menghindarkan negeri itu dari Fiscal Cliff. Kenaikan bursa regional juga didorong oleh aliran dana investor yang optimis akan prospek ekonomi global ke depan. Disisi lain pergerakan IHSG juga masih diwarnai oleh gejolak nilai tukar rupiah yang tidak stabil.Mengawali pekan ini kami proyeksikan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Kenaikan sejak pembukaan awal tahun menyebabkan beberapa saham unggulan yang menjadi motor penggerak indeks mulai memasuki area overbought. Kisaran support-resistance: 4.375-4.435.

eTrading Securities
Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup naik 10.76 poin (+0.24%) ke 4,410.02 dengan jumlah transaksi sebanyak 8.61 juta lot atau setara dengan Rp 4.95 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-0.22%), sektor basic-industries (-0.45%), sektor construction and property (+1.52%), sektor consumer goods (-0.99%), sektor finance (+0.65%), sektor infrastructure (+0.69%), sektor mining (+0.24%), sektor misc-industries (+0.08%), dan sektor trade (+0.38%)

Tercatat sebanyak 136 saham mengalami penguatan, 103 saham mengalami penurunan, 91 saham tidak mengalami perubahan dan 134 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.I BBRI (+2.08%), TLKM (+1.11%), ISAT (+4.58%), EMTK (+7.05%), dan BDMN (+2.61%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. UNVR (-1.58%), BBCA (-1.09%), SMGR (-2.17%), KLBF (-2.80%), dan GGRM (-1.35%).

Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp512.15 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. BBRI, BMTR, BBNI, BBTN, dan SMCB. Mata uang Rupiah terdepresiasi ke 9,788 per Dollar AS.

Secara teknikal kenaikan IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu merupakan konfirmasi breakout resistance dari Pattern Broadening Top. Indikator teknikal Slow Stochastic memberikan sinyal overbought dan RSI mulai memberikan sinyal bearish, hal ini mengindikasikan hari ini IHSG akan mengalami penurunan. Dengan support 4,345 dan resistance 4,425. Dengan saham yang perlu diperhatikan : ADRO, ASGR, SIMP.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads