Corporate Secretary WIKA, Natal Agrawan menjelaskan tim dari WIKA telah meluncur ke Libya untuk menilai ulang kelanjutan proyek di sana.
"Mereka mengundang kita untuk kerja kembali. Itu proyek baru berjalan 10%. Wika Gedung sudah ke sana," tutur Natal di Merah Delima Cafe Jakarta Selatan, Senin (7/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Manajemen Wika Gedung siapkan proposal lagi," tambahnya.
Pihak WIKA pun telah mengajukan surat pemberitahuan untuk penjaminan keamanan kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia sebelum secara resmi kembali mengerjakan proyek di Libya.
"Kita masuk dengan syarat keamanan terjamin. Kita minta arahan pemerintah dari Kemenlu," sebutnya.
Seperti diketahui, WIKA menggandeng perusahaan lokal Libya, Solar Sahara Investment dalam mengerjakan mal senilai US$ 11,6 juta atau setara Rp 104,4 miliar. Proyek kerjasama dengan mitra Libya itu mempekerjakan sekitar 500 orang. Dari jumlah itu, 300 di antara pekerjanya warga negara Libya.
(hen/ang)











































