Ini Tips Investasi Bagi Pemula

Ini Tips Investasi Bagi Pemula

- detikFinance
Selasa, 08 Jan 2013 07:23 WIB
Ini Tips Investasi Bagi Pemula
Jakarta - Bagi investor pemula, prinsip dan manajemen investasi perlu diperhatikan agar aman mengivestasikan dana yang dimilikinya.

Head of Research Trust Securities Reza Priyambada menilai, prinsip investasi sangat penting bagi investor pemula. Investor harus bisa membagi dana yang dimiliki ke beberapa instrumen investasi, artinya dana yang ada harus dipisah-pisah ke beberapa instrumen, tidak boleh dijadikan satu.

"Prinsip investasi nggak boleh satu keranjang. Dana yang ada harus dipecah-pecah," ucap Reza saat ditemui detikFinance, di Gedung BEI, Jakarta, Senin (7/4/13).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut dia mengatakan, investor harus pandai-pandai mengatur uang yang ada. Dia mencontohkan, jika investor memiliki dana sebesar Rp 100 juta, maka dia perlu memecahkan uang itu untuk beberapa instrumen investasi, 20% untuk reksa dana, 70% untuk saham, dan 10% untuk obligasi.

"Bagi investor pemula, jangan masuk investasi yang terlalu tinggi risikonya, mungkin reksa dana dulu. Nanti setelah mengetahui risikonya mungkin bisa lebih tinggi lagi ke saham," paparnya.

Namun, untuk tahun ini, Reza merekomendasikan beberapa instrumen investasi yang perlu dibidik.

"Kalau lihat dari perolehan return tertinggi selama beberapa tahun belakangan. Sepertinya investasi emas, saham, dan obligasi bisa jadi pilihan," ujarnya.

Menurutnya, emas masih menjadi daya tarik bagi investor sebagai aset "safe haven" untuk menjaga nilai di tengah sentimen global yang cenderung fluktuatif.

"Karena masyarakat melihat emas ini sebagai sarana investasi safe haven. Mereka akan terlindungi aset mereka. Walaupun kalau kita lihat di lapangan, ada emas batangan dan emas kontrak yang diperdagangan di futures exchange," ujarnya.

Sementara itu, Reza juga melihat investasi di saham juga masih menjadi pilihan investor di tahun ini. "Kenapa menjadi pilihan karena seimbang dengan tingkat risiko secara return. Apalagi banyak asumsi banyak orang kaya berasal dari saham," katanya.

Obligasi juga menjadi rekomendasi Reza. Dia menilai, pasar obligasi di tahun 2013 masih akan diminati. Walaupun pasar global masih terus berfluktuasi, namun obligasi masih cenderung aman.

"Kalau obligasi, di satu sisi pelaku pasar menilai lebih aman, di sisi lain juga investor bisa dapat kupon, misal obligasi 5 tahun, selama 5 tahun akan dapat kupon. Ini disukai oleh investor yang baru," cetusnya.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads