Investor asal Inggris, Nathaniel Rothschild, berniat menurunkan 12 dari total 14 direksi Bumi Plc terkait dengan memanjang kisruh dengan Grup Bakrie. Rencana ini dapat dukungan dari salah satu manajer investasi terkenal Inggris.
Nat sudah secara resmi melayangkan permintaan atas perombakan direksi itu kepada dewan komisaris dan direksi Bumi Plc. Untuk itu, Nat meminta adanya pertemuan para pemegang saham perusahaan dulu bernama Vallar Plc itu di Februari mendatang.
Rencana ini, ternyata dapat dukungan dari salah investor minoritas Bumi Plc, Richard Buxton, pemimpin Schroders salah satu perusahaan investasi terkemuka Inggris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, manajemen Bumi Plc sedang berkonsetrasi kepada tawaran cerai dari Grup Bakrie, yaitu dengan mengembalikan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU). Bumi Plc saat ini menguasai 29% saham BUMI dan 85% saham BRAU.
Rothschild, yang punya hak voting 14,7% di Bumi Plc, juga berniat 'menendang' Grup Bakrie keluar dari perusahaan tambang itu, tapi melalui caranya sendiri. Ia sudah memberikan proposal versinya sendiri kepada Bumi Plc, salah satu poin dalam tawarannya itu adalah 'mengusir' Komisari Utama Bumi Samin Tan.
"Rencana perceraian dengan Grup Bakrie ini saya dukung, asalkan nantinya ada manajemen dan direktur baru yang bisa membawa bisnis ke depannya," kata Buxton kepada Financial Times, Selasa (8/1/2013).
"Perubahan yang ditawarkan Nat akan sangat besar dan konstruktif," tambahnya.
Sebelumnya, Nat sudah mendesak direktur independen senior Bumi Plc Sir Julian Horn-Smith segera bertindak atas dugaan pelanggaran pada laporan keuangan BUMI, anak usahanya di Indonesia.
Jika tidak ada tindakan cepat dilakukan, maka Nat meminta Julian lengser dari posisinya sebagai direksi di perusahaan kongsi Rothschild-Bakrie yang dulu bernama Vallar Plc itu. (ang/dnl)











































