"Nilai tukar rupiah Rp 9.700/US$ itu tidak apa-apa. Nanti kita lihat rata-rata setahun, saya yakin Bank Indonesia yang memahami dan perhatikan itu," jelas Agus Marto saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (8/1/2012).
Menurut Agus Marto, dengan melemahnya nilai tukar ini dapat meningkatkan sektor ekspor, sekaligus menurunkan impor karena tingginya harga barang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus Marto menambahkan kesempatan inilah yang harus dimanfaatkan guna memperbaiki neraca perdagangan Indonesia yang sempat defisit pada tahun 2012.
"Trade Balance kita setahun ini defisit, itu adalah kondisi yang selama ini tidak dialami Indonesia, jadi kita perlu upaya lebih dan ini tidak hanya kita katakan faktor eksternal tapi betul-betul jaga produktivitas dan perbaikan aktivitas ekspor impor kita," tandasnya.
Seperti diketahui, nilai tukar rupiah saat ini melemah di kisaran Rp 9.740/US$ berdasarkan kurs tengah BI. Data Reuters, hari ini menunjukkan rupiah dibuka pada Rp 9.800/US$ atau nilai terendahnya terhadap dolar dalam 3 tahun terakhir.
(nia/dru)











































