Marak Sentimen Negatif, IHSG Masih Bisa Naik 5 Poin

Marak Sentimen Negatif, IHSG Masih Bisa Naik 5 Poin

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Selasa, 08 Jan 2013 16:07 WIB
Marak Sentimen Negatif, IHSG Masih Bisa Naik 5 Poin
Ilustrasi foto: Angga/detikFinance
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 5 poin di tengah maraknya sentimen negatif yang beredar dari pasar global dan regional. Saham-saham tambang berhasil menahan indeks di zona hijau.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup anjlok di posisi Rp 9.820 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.650 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menguat tipis 4,755 poin (0,11%) ke level 4.397,134 meski di tengah koreksi bursa-bursa regional. Sentimen negatif lain datang dari pasar global yang bersiap menyambut laporan kinerja emiten.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham berbasis finansial, terutama bank, masih menjadi incaran investor. Aksi beli yang masih didominasi investor asing ini berhasil mendorong indeks hingga ke posisi tertingginya hari ini di 4.413,935.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menanjak 14,825 poin (0,34%) ke level 4.407,204 menyusul aksi beli di saham-saham tambang. Atas penguatan ini, indeks berhasil meninggalkan bursa-bursa Asia lainnya yang masih terjebak di zona merah.

Memasuki perdagangan sesi sore, aksi ambil untung mulai marak dan membuat indeks terpaksa jatuh ke teritori negatif. Indeks sempat jatuh ke posisi terendahnya di 4.381,649.

Mengakhiri perdagangan, Selasa (8/1/2013), IHSG naik tipis 5,166 poin (0,12%) ke level 4.397,545. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 1,557 poin (0,21%) ke level 752,221.

Saham-saham tambang kelas berat mulai melaju, didorong aksi beli selektif. Di sisi lain, saham-saham agrukultur malah melemah akibat penjualan saham menyusul anjloknya harga sawit.

Aksi ambil untung banyak dilakukan investor lokal. Sedangkan transaksi investor asing hingga sore ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 304,77 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 197.240 kali pada volume 5,692 miliar lembar saham senilai Rp 4,909 triliun. Sebanyak 115 saham naik, sisanya 120 saham turun, dan 105 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan hari ini dengan kompak melemah di zona merah. Pergerakan pasar saham regional dibayangi sentimen negatif dari pasar global sehingga terjadi banyak aksi ambil untung.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 9,29 poin (0,41%) ke level 2.276,07.  
  • Indeks Hang Seng anjlok 218,56 poin (0,94%) ke level 23.111,19.  
  • Indeks Nikkei 225 turun 90,95 poin (0,86%) ke level 10.508,06.  
  • Indeks Straits Times berkurang 17,42 poin (0,54%) ke level 3.200,84.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Lion Metal (LION) naik Rp 900 ke Rp 10.500, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 850 ke Rp 42.450, Indosat (ISAT) naik Rp 350 ke Rp 7.000, dan Centris Multi (CMPP) naik Rp 300 ke Rp 2.100.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 700 ke Rp 20.950, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 54.200, Atlas Resources (ARII) turun Rp 290 ke Rp 1.220, dan Hexindo (HEXA) turun Rp 200 ke Rp 8.250.

(ang/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads