Sejak menanjak hingga 4,3% pekan lalu gara-gara berhasil ditepisnya jurang fiskal oleh pemerintah Amerika Serikat (AS), Indeks S&P terus terkena koreksi. Investor masih menanti katalis yang bisa kembali mendorong indeks bergerak ke atas.
"Kita mengalami jeda dulu setelah semua yang terjadi berkat kesepakatan jurang fiskal dan bulan baru yang mendorong masuknya dana segar ke bursa," kata Bucky Hellwig, vice presiden senior dari BB&T Wealth Management di Birmingham, Alabama, dikutip Reuters, Rabu (9/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angka tersebut tak jauh berbeda dari penjualan tahun sebelumnya pada periode yang sama, akan tetapi beban penjualannya malah lebih tinggi di triwulan terakhir 2012 itu.
Banyak analis menilai laporan kinerja emiten di triwulan IV-2012 akan tidak terlalu cemerlang. Mulai Oktober 2012 lalu diprediksi adanya perlambatan pertumbuhan kinerja emiten di semua sektor.
Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 55,44 poin (0,41%) ke level 13.328,85. Indeks Standard & Poor's 500 berkurang 4,74 poin (0,32%) ke level 1.457,15. Indeks Komposit Nasdaq kehilangan 7,01 poin (0,23%) ke level 3.091,81.
(ang/ang)











































