Konsolidasi Dulu, IHSG Menguat Terbatas

Konsolidasi Dulu, IHSG Menguat Terbatas

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Rabu, 09 Jan 2013 08:26 WIB
Konsolidasi Dulu, IHSG Menguat Terbatas
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin naik tipis 5 poin di tengah maraknya sentimen negatif yang beredar dari pasar global dan regional. Saham-saham tambang berhasil menahan indeks di zona hijau.

Mengakhiri perdagangan, Selasa (8/1/2013), IHSG naik tipis 5,166 poin (0,12%) ke level 4.397,545. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 1,557 poin (0,21%) ke level 752,221.

Saham-saham di Wall Street berguguran pasca reli yang didorong 'jurang fiskal' sepanjang pekan lalu. Penurunan ini seiring dengan keluarnya laporan kinerja akhir tahun beberapa emiten.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 55,44 poin (0,41%) ke level 13.328,85. Indeks Standard & Poor's 500 berkurang 4,74 poin (0,32%) ke level 1.457,15. Indeks Komposit Nasdaq kehilangan 7,01 poin (0,23%) ke level 3.091,81.

Hari ini, IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Investor masih menahan diri demi menanti laporan kinerja keuangan emiten, terutama dari AS.

Pergerakan bursa-bursa di regional pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 turun 66,34 poin (0,63%) ke level 10.441,72. Β 
  • Indeks KOSPI naik tipis 1,23 poin (0,06%) ke level 1.999,17. Β 

Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG kemarin kembali ditutup menguat setelah pada pembukaan perdagangan pekan ini sempat mengalami profit taking. Meski berada di area positif, akan tetapi dapat kita lihat bahwa IHSG berada dalam tekanan jual sepanjang sesi perdagagan. Kenaikan IHSG kemarin terjadi ditengah data makro ekonomi yang kurang begitu bagus hasilnya dari Jepang dan Jerman. Angka ekspor Jepang diperkirakan melemah menyusul melambungnya nilai tukar Yen. Demikian pula dari Jerman, dimana angka ekspor negara tersebut juga tercatat mengalami pelemahan. Investor global juga masih menanti hasil kinerja korporasi di AS. Dari dalam negeri, tercatat akumulasi yang dilakukan investor terhadap saham pertambangan menjadi pendorong kenaikan IHSG. Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Kisaran support-resistance 4.375-4.416. Saham Pilihan : CPIN, PTPP, MAIN, TELE.

eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 5.17 poin (+0.12%) ke 4,397.55 dengan jumlah transaksi sebanyak 11.23 juta lot atau setara dengan Rp 4.76 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG pada hari ini a.l sektor agricultural (-1.17%), sektor basic-industries (+1.34%), sektor construction and property (-0.49%), sektor consumer goods (+0.07%), sektor finance (+0.53%), sektor infrastructure (+0.13%), sektor mining (+1.52%), sektor misc-industries (-1.14%), dan sektor trade (-0.96%)

Tercatat sebanyak 115 saham mengalami penguatan, 119 saham mengalami penurunan, 105 saham tidak mengalami perubahan dan 125 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.I BMRI (+1.83%), CPIN (+4.41%), BBRI (+1.35%), ISAT (+5.26%), dan BBNI (+1.97%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. ASII (-1.29%), UNTR (-3.23%), BBCA (-0.54%), TLKM (-0.54%), dan ARII (-19.21%).

Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp299.41 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. BBRI, BBMRI, SSIA, INDF, dan GGRM. Mata uang Rupiah terdepresiasi ke 9,827 per Dollar AS.

Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin merupakan bagian dari konsolidasi. Untuk hari ini IHSG diperkirakan akan mengalami kenaikan tipis, hal ini terlihat dari indikator RSI yang berada di teritori positif dan kembali mengarah keatas. Dengan support 4,340 dan resistance 4,430. Dengan saham yang perlu diperhatikan : AKRA, BSDE, PTRO.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads