Saham perusahaan yang bergerak dalam jasa penyewaan kapal tunda dan tongkang serta penyewaan kapal penunjang lepas pantai ini hingga 5 menit pembukaan perdagangan, Rabu (9/1/20130, berada di level Rp 235 per lembar. Saham BBRM juga sempat menyentuh harga tertinggi Rp 280.
Perseroan menawwarkan 600 juta saham atau sekitar 24,3% dari total saham yang ditempatkan perseroan dengan nilai nominal Rp 100 kepada publik, total dana IPO yang diperoleh senilai Rp 138 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demikian dikatakan Presiden Direktur Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Loa Siong Bun saat acara pencatatan saham perdananya, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/1/13).
Dia menyebutkan, dana yang diperoleh dari IPO ini sebagian besar akan digunakan untuk pembayaran utang obligasi dan pembiayaan sebagian pembelian kapal OSV dalam strategi perseroan untuk menjadi salah satu pemain utama dalam industri minyak dan gas bumi lepas pantai.
"Keberhasilan IPO ini merupakan hasil kerja keras dari semua pihak baik internal maupun eksternal dalam mewujudkan visi besar perseroan untuk menjadi perusahaan penyedia jasa transportasi dan logistik terkemuka," terangnya.
Nantinya, dana hasil penawaran saham perdana ini akan digunakan untuk membiayai sebagian pembelian dua unit kapal AHTS sekitar 42%, sekitar 51% untuk melakukan pembayaran 30% dari nilai pokok dan bunga dari obligasi konversi I yang diterbitkan perseroan dan REPS yang diterbitkan oleh BBRS kepada Asean China Investment Fund, dan sekitar 7% untuk modal kerja Perseroan.
Dia juga menyebutkan, melalui IPO ini, perseroan secara signifikan akan memperkuat basis ekuitas sekaligus menurunkan tingkat utang dan gearing ratio-nya sehingga diharapkan perseroan lebih mudah untuk mendapatkan sumber pembiayaan baru untuk menunjang rencana ekspansinya dan dapat melakukan cost efficiency di berbagai sumber pembiayaan.
Perseroan telah menunjuk PT OSK Nusadana Securities Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Sementara itu, Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan, saat ini sentimen pasar cukup positif. Dia berharap, hari ini ada sentimen positif dengan pencatatan saham BBRM ini. "Mudah-mudahan menjadi koleksi investor saham dan semakin marak perdagangan saham di Indonesia. Mudah-mudahan sentimen positif akan berkelanjutan," kata Ito.
Ito juga menyebutkan, para analis memprediksi indeks di 2013 akan naik 15 persen. "BEI tidak pernah membuat prediksi karena dianggap menyesesatkan investor. Mulai hari ini BBRM sudah menjadi perusahaan yang tercatat di BEI kami berharap BBRM akan terus tumbuh di market sebagai perusahan pelayaran di Indonesia," ujarnya.
Hingga Juni 2012, perseroan telah meraih laba komprehensif yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$4,21 juta dari periode sama sebelumnya rugi US$274,63 ribu. Pendapatan perseroan naik menjadi US$15,73 juta hingga Juni 2012 dari periode sama sebelumnya US$5,92 juta.
(ang/ang)











































