Group Head Investor Relation ISAT Bayu Hanantasena mengaku, pihaknya mencoba untuk melakukan refinancing dengan menerbitkan obligasi rupiah untuk melunasi utang-utangnya itu.
"Kita akan melakukan refinancing. Tetapi seperti apa, sedang dibicarakan. Kita prefer lebih ambil refinancing di rupiah. Jadi US$ ditukar ke rupiah. Most likely akan di-refinancing tetapi ini belum diputuskan. Nanti kalau sudah waktunya dikasih tau," ujarnya saat berbincang bersama wartawan, di Resto Palalada, West Mall Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (9/1/13).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk bisa melunasi utang perusahaan dan memenuhi capex tersebut, perseroan memiliki 3 opsi, yaitu dengan menjual tower, menjual saham TBIG, dan menerbitkan obligasi rupiah. Opsi penerbitan obligasi rupiah itu, dilakukan perusahaan untuk menekan utang dolarnya.
"Kan kita bisa jual tower, jual saham TBIG, atau ngeluarin obligasi rupiah. Yang mature kita refinance. Untuk menekan rugi kurs, kita akan konversi utang dolar pakai rupiah. Tahun kemaren 20% hedging utang. Tahun ini kita mengurangi beban forex dengan menerbitkan obligasi rupiah," terangnya.
(ang/ang)











































