IHSG Masih Dalam Rentang Konsolidasi

IHSG Masih Dalam Rentang Konsolidasi

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Kamis, 10 Jan 2013 08:15 WIB
IHSG Masih Dalam Rentang Konsolidasi
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin jatuh 34 poin terkena aksi ambil untung yang mulai ramai terjadi. Hampir seluruh lapisan saham, kecuali sektor aneka industri, jatuh ke zona merah.

Menutup perdagangan, Rabu (9/1/2013), IHSG jatuh 34,617 poin (0,79%) ke level 4.362,928. Sementara Indeks LQ45 ambles 7,613 poin (1,01%) ke level 744,608.

Wall Street berhasil rebound dan mengakhiri koreksi dua hari atas harapan membaiknya kinerja emiten di musim laporan keuangan yang segera tiba.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones bertambah 61,66 poin (0,46%) ke level 13.390,51. Indeks Standard & Poor's 500 naik 3,87 poin (0,27%) ke level 1.461,02. Indeks Komposit Nasdaq menguat 14,00 poin (0,45%) ke level 3.105,81.

Hari ini, IHSG masih dalam rentang konsolidasi sehingga diprediksi lanjutkan pelemahan. Pergerakan indeks juga akan dibayangi oleh pelemahan kurs dolar terhadap rupiah.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 naik 72,84 poin (0,69%) ke level 10.651,41.
  • Indeks KOSPI menipis 1,52 poin (0,08%) ke level 1.990,29. Β 

Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG kemarin kembali ditutup melemah pada perdagangan kemarin ditengah menguatnya sebagian bursa regional menyusul ekspektasi bagusnya kinerja korporasi di AS. Laporan keuangan korporasi merupakan indikator penting untuk menunjukkan ekonomi suatu negara. Sementara dari dalam negeri anjloknya nilai tukar rupiah menjadi katalis negatif bagi IHSG. Pelemahan kurs ini diproyeksikan akan membayangi pergerakan saham emiten, terutama yang memiliki exposure dollar yang tinggi. Hari ini kami protyeksikan IHSG masih akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah. Kisaran support-resistance 4.330-4.385.

eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun -34.62 poin (-0.79%) ke 4,362.93 dengan jumlah transaksi sebanyak 9.9 juta lot atau setara dengan Rp 5.32 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-0.38%), sektor basic-industries (-0.63%), sektor construction and property (-0.36%), sektor consumer goods (-0.50%), sektor finance (-0.89%), sektor infrastructure (-1.25%), sektor mining (-1.36%), sektor misc-industries (+0.37%), dan sektor trade (-1.25%)

Tercatat sebanyak 91 saham mengalami penguatan, 150 saham mengalami penurunan, 100 saham tidak mengalami perubahan dan 124 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.I ASII (+0.65%), ARII (+22.95%), CPIN (+1.41%), KLBF (+0.98%), dan TBIG (+1.67%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. TLKM (-2.19%), UNTR (-3.34%), BBRI (-1.33%), BMRI (-1.20%), dan EXCL (-4.39%).

Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp128 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. BBRI, SSIA, WIKA, INTP, dan CPIN. Mata uang Rupiah terapresiasi ke 9,663 per Dollar AS.

Secara teknikal penurunan IHSG kemarin merupakan bagian partial decline dari pattern broadening top. Untuk hari ini diperkirakan IHSG akan kembali mengalami penurunan untuk menguji Fibonacci retracement 76,4% pada 4,348. Hal ini dikonfirmasi oleh indikator Slow Stochastic yang meberikan sinyal dead cross. Untuk support 4,240 dan resistance 4,430. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : ASII, BKSL, BMRI.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads