IHSG Terjun Poin, Hampir Lengser dari Level 4.300

IHSG Terjun Poin, Hampir Lengser dari Level 4.300

- detikFinance
Kamis, 10 Jan 2013 16:09 WIB
IHSG Terjun Poin, Hampir Lengser dari Level 4.300
Ilustrasi foto: Angga/detikFinance
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 45 poin gara-gara maraknya aksi ambil untung. Indeks pun hampir saja balik meninggalkan level psikologis 4.300.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.810 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.790 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah 7,987 poin (0,18%) ke level 4.370,915 mengakhiri koreksi dua hari. Aksi beli selektif di saham-saham unggulan berhasil mendorong indeks ke zona hijau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham unggulan sempat penopang penguatan indeks sampai ke posisi tertingginya di 4.377,140. Saham-saham lapis dua menjadi pemberat gara-gara terkena aksi ambil untung membuat indeks jatuh lagi ke zona merah.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terpangkas 17,153 poin (0,39%) ke level 4.345,775 menyusul tekanan jual akibat aksi ambil untung. Indeks mengalami anomali jika dibandingkan dengan bursa-bursa lainnya di Asia yang kompak menguat.

Investor asing secara pelan tapi pasti mulai melepas saham, berbeda dengan kondisi sepekan terakhir yang terus menanamkan dananya di saham-saham. Indeks pun meluncur sampai ke posisi terendahnya di 4.298,612.

Mengakhiri perdagangan, Kamis (10/1/2013), IHSG ditutup anjlok 45,563 poin (1,04%) ke level 4.317,365. Sementara Indeks LQ45 ditutup ambles 10,702 poin (1,44%) ke level 733,906.

Dua sektor mencoba menahan indeks bertahan di zona hijau, yaitu sektor konstruksi dan infrastruktur. Sayangnya, koreksi masif di sektor agrikultur dan aneka industri membuat indeks pun menyerah dan jatuh ke teritori negatif.

Investor asing tak mau ketinggalan aksi ambil untung, hingga sore hari ini transaksi asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 255,55 miliar di seluruh pasar.

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75%. Tingkat suku bunga tersebut dinilai masih konsisten dengan tekanan inflasi.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 141.243 kali pada volume 4,161 miliar lembar saham senilai Rp 4,824 triliun. Sebanyak 79 saham naik, sisanya 170 saham turun, dan 94 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional masih kompak bertahan di zona hijau sampai perdagangan sore hari ini.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik 8,32 poin (0,37%) ke level 2.283,66. Β 
  • Indeks Hang Seng menanjak 135,84 poin (0,59%) ke level 23.354,31. Β 
  • Indeks Nikkei 225 menguat 74,07 poin (0,70%) ke level 10.652,64. Β 
  • Indeks Straits Times naik tipis 0,23 poin (0,01%) ke level 3.220,64. Β 
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Fast Food (FAST) naik Rp 500 ke Rp 12.500, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 350 ke Rp 16.150, Bayan (BYAN) naik Rp 300 ke Rp 9.500, dan Axiata (EXCL) naik Rp 200 ke Rp 5.650.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 10.000 ke Rp 740.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.150 ke Rp 40.550, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.150 ke Rp 52.850, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 650 ke Rp 19.550.
(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads