Direktur Utama SAME Noersing menyebutkan, dana untuk membeli beberapa tempat tidur tersebut diperoleh dari perolehan dana Initial Public Offering (IPO) perseroan yang ditargetkan mencapai Rp 72 miliar dari pelepasan sebanyak 180 juta lembar saham atau setara dengan 15,25% dari modal disetor setelah penawaran umum perdana saham.
“Biaya untuk pembelian 18 kasur ini diambil dari 28% dari dana hasil IPO. Ini untuk menambah kasur untuk kamar VIP RS Omni Alam Sutera,” kata Noersing usai pencatatan sahamnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (11/1/11).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kita sudah waiting list untuk pasien-pasien kita. Kita akan menambah 18 tempat tidur untuk VIP. Saat ini ada 18 tempat tidur ditambah 18 jadi 119 totalnya,” kata dia.
Menurutnya, prospek untuk kebutuhan masyarakat untuk layanan kesehatan cukup tinggi sehingga hal ini dijadikan peluang untuk perseroan dengan mengembangkan bisnisnya masuk ke pasar modal. Apalagi, kata dia, saat ini sebesar 2/3 dari total rumah sakit yang ada di Indonesia dimiliki oleh pemerintah.
“Prospek layanan kesehatan masih besar. Segmen kita kalangan menengah. Market untuk ini luar biasa besar,” akunya.
(ang/ang)











































