Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berkurang 11 poin menyusul aksi ambil untung di saham-saham komoditas. Indeks terus-terusan terkena koreksi sejak awal pekan ini.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.790 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.810 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 8,591 poin (0,20%) ke level 4.325,956 menyusul penguatan bursa-bursa di Asia. Lonjakan ekspor China membuat pelaku pasar percaya diri ekonomi dunia akan membaik di 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melemah tipis 1,016 poin (0,02%) ke level 4.316,349 akibat aksi ambil untung setelah rebound pagi tadi. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual.
Aksi jual ini menjegal indeks hingga jatuh ke posisi terendahnya di 4.301,490. Indeks bergerak dalam rentang yang sempit.
Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (11/1/2013), IHSG berkurang 11,453 poin (0,27%) ke level 4.305,912. Sementara Indeks LQ45 turun 2,027 poin (0,28%) ke level 731,879.
Koreksi hari ini dipimpin oleh saham-saham komoditas. Beberapa sektor saham masih bertahan di zona hijau, yaitu sektor konstruksi dan infrastruktur.
Investor asing juga tak mau ketinggalan aksi ambil untung. Transaksi asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 246,31 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 145.431 kali pada volume 3,816 miliar lembar saham senilai Rp 4,501 triliun. Sebanyak 110 saham naik, sisanya 112 saham turun, dan 114 saham stagnan.
Pasar saham Jepang menjadi satu-satunya bursa di Asia yang berhasil menguat, didorong oleh rencana pemerintah setempat mengeluarkan kebijakan untuk stimulus.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 40,66 poin (1,78%) ke level 2.243,00. Β
- Indeks Hang Seng melemah 90,24 poin (0,39%) ke level 23.264,07. Β
- Indeks Nikkei 225 melonjak 148,93 poin (1,40%) ke level 10.801,57. Β
- Indeks Straits Times turun 14,99 poin (0,46%) ke level 3.211,26. Β
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Fast Food (FAST) naik Rp 500 ke Rp 13.000, United Tractor (UNTR) naik Rp 400 ke Rp 20.650, Sumber Alfaria (AMRT) naik Rp 250 ke Rp 5.250, dan Trikomsel (TRIO) naik Rp 100 ke Rp 1.200.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 39.850, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 550 ke Rp 52.300, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 450 ke Rp 15.000, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 15.700.











































