IHSG Siap Menguat di Awal Pekan

Rekomendasi Saham

IHSG Siap Menguat di Awal Pekan

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 14 Jan 2013 08:24 WIB
IHSG Siap Menguat di Awal Pekan
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu berkurang 11 poin menyusul aksi ambil untung di saham-saham komoditas. Indeks terus-terusan terkena koreksi sejak awal pekan ini.

Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (11/1/2013), IHSG berkurang 11,453 poin (0,27%) ke level 4.305,912. Sementara Indeks LQ45 turun 2,027 poin (0,28%) ke level 731,879.

Sementara, saham-saham di bursa Wall Street AS ditutup mixed akhir pekan lalu didorong oleh kabar hasil kinerja keuangan yang dikeluarkan oleh Wells Fargo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones Industrial naik 17,21 poin (0,13%) ke level 13.488,43. Indeks S&P 500 turun tipis 0,07 poin ke level 1.472,05. Sementara Indeks Nasdaq naik 3,87 poin (0,12%) ke level 3.125,63.

Hari ini, IHSG diperkirakan akan mulai menguat setelah sepanjang pekan lalu terkena koreksi. Indeks sudah memasuki wilayah jenuh jual.

Rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities
Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup turun -11.45 poin (-0.27%) ke 4,305.91 dengan jumlah transaksi sebanyak 7.81 juta lot atau setara dengan Rp 4.58 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-1.01%), sektor basic-industries (-0.67%), sektor construction and property (+0.46%), sektor consumer goods (-0.18%), sektor finance (-0.05%), sektor infrastructure (+0.08%), sektor mining (-1.19%), sektor misc-industries (-0.48%), dan sektor trade (-0.26%)

Tercatat sebanyak 110 saham mengalami penguatan, 111 saham mengalami penurunan, 115 saham tidak mengalami perubahan dan 131 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.I TLKM (+1.12%), UNTR (+1.98%), BBRI (+0.68%), AMRT (+5.00%), dan NISP (+6.21%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. ADRO (-5.14%), SMGR (-2.91%), ASII (-0.68%), MNCN (-3.96%), dan BBCA (-0.56%).

Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp337.17 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. SMGR, ASII, BBNI, KLBF, dan BBCA. Mata uang Rupiah terapresiasi ke 9,866 per Dollar AS.

Secara teknikal penurunan IHSG akhir pekan lalu mengindikasikan menunjukkan IHSG sedang berkonsolidasi diantara support 50% Fibo dan resistance 76,4% Fibonacci retracement. Untuk perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan menguat tipis, hal ini terlihat dari indikator RSI yang sudah mulai melandai dan cenderung untuk naik. Dengan support 4,240 dan resistance 4,380. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : ADRO, ROTI, UNTR.

Mega Capital
Sepekan IHSG Tertekan di atas 2%. Sentimen negatif dari dalam negeri lebih banyak menjadi katalis pelemahan indeks dalam sepekan terakhir. IHSG melemah -2.36% selama sepekan oleh kekhawatiran investor terkait pelemahan Rupiah yang akan berdampak pada naiknya defisit anggaran. Disamping itu, penjualan motor yang turun sebesar 12% selama tahun 2012 akibat penerapan aturan LTV juga menjadi katalis negatif pelemahan indeks dan menekan saham ASII diatas -7% dalam sepekan. Di Jumat kemarin sektor yang mengalami pelemahan cukup tinggi diantaranya sektor pertambangan dan perkebunan yang masing-masing melemah -1.2% dan -1.0% seiring oleh turunnya nilai ekspor akibat penurunan harga serta permintaan akibat krisis. Sedangkan dua sektor yang mencatatkan penguatan diantaranya sektor properti dan infrastruktur masing-masing +0.46% dan +0.1%.

Jelang Earning Season Wall Street Mixed di akhir pekan. Perdagangan pekan ini di bursa Amerika maupun global akan fokus pada rilis laporan kinerja keuangan 4Q 2012. Berdasarkan konsensus Reuters secara keseluruhan earning diekspektasikan akan naik tipis 1,9%. Dalam sepekan terakhir Wall Street ditutup menguat terbatas dimana Dow jones naik +0.4%, Nasdaq +0.77% dan S&P +0.38%. Untuk penutupan di Jumat kemarin sendiri ditutup mixed dengan Dow jones menguat +0.13%, Nasdaq +0.12% dan S&P melemah tipis -0.07 poin atau -0.00% pasca penguatan 5% dalam dua pekan. Dari berita emiten, Wells Fargo&Co merilis kinerja keuangan dimana laba naik 24% yoy diatas perkiraan. Namun NIM (Net Interest Margin) turun menjadi 3.56% dari sebelumnya 3.89% yoy sehingga menekan sahamnya -0.8%. Perusahaan perbankan yang akan merilis kinerjanya diantaranya Bank of America, JP Morgan dan Citi Group. Disamping rilis kinerja keuangan beberapa emiten besar juga data-data ekonomi penting pekan ini a kan menjadi faktor penggerak bursa diantaranya data PPI, Retail Sales, Empire State Mfg Survey, Data perumahan serta Jobless Claims.

Indeks Cenderung Menguat (Range 4,285β€”4,335). IHSG pada perdagangan pekan kemarin ditutup melemah berada di level 4,305, sempat mencoba untuk melewati support level di 4,300 namun akhirnya mampu bertahan di atas level tersebut. Hal tersebut memberikan peluang bagi indeks untuk mengalami technical rebound dan bergerak menuju resistance level di 4,335. RSI tampak mulai memasuki wilayah oversold dan berpeluang menguat dalam jangka pendek. Hari ini diperkirakan indeks akan berada pada kecenderungan menguat.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads