Menurut Direktur Independen Senior Bumi Plc Sir Julian Horn-Smith, permintaan Rothschild tersebut bertentangan dengan kesepakatan yang ia tandatangani bersama Grup Bakrie saat mengganti nama Vallar Plc menjadi Bumi Plc pada 2010 silam.
"Kesepakatan yang sudah diambil oleh Nat adalah memberikan hak kepada Bakrie untuk memilih komisaris, CEO, dan Direktur Keuangan Bumi, karena Bakrie punya saham 15% lebih tinggi," kata Julian seperti dikutip dari The Telegraph, Senin (14/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa direksi yang diminta lengser oleh Rothschild di antaranya CEO Nick von Schirnding dan Komisaris Utama Samin Tan. Rothschild, mengusulkan mantan bos Leighton Holdings Ltd. (LEI) Wallace King sebagai komisaris utama.
Sementara, Brock Gill ia usulkan menjadi CEO dan Rothschild sendiri kembali menjadi direktur eksekutif. Ia juga menominasikan adik kandung kandidat bakal calon presiden RI Prabowo Subianto yaitu Hashim Djojohadikusumo, menjadi salah satu direktur.
"Jadi belum jelas bagaimana Nat akan memberi jabatan kepada orang-orang ini," katanya
Saat ini Grup Bakrie menguasai 23,8% saham Bumi Plc. Sebanyak 47,6% dari porsi saham itu dipegang oleh Komisaris Utama Bumi, Samin Tan. Setelah Samin masuk, Bakrie juga mengajak Rosan Roeslani masuk dengan 9,8% kepemilikan saham.
Kongsi ketiganya itu membuat Grup Bakrie punya 29,9% hak voting di perusahaan yang dulu bernama Vallar itu, bandingkan dengan Rothschild yang hanya punya 15% saja.
Nick von Schirnding, CEO terbaru Bumi, menilai rencana Rothschild kembali menduduki posisi direktur tidak bisa dilakukan karena sebelumnya ia sudah didepak dari perusahaan yanng listing di bursa London itu.
"Kita tidak bisa menyetujui rencana mereka ini dengan mengubah dewan direksi, apalagi ada Nat Rothschild yang ikut serta," katanya.
Bumi Plc didirikan oleh kongsi Grup Bakrie-Rothschild di 2011, yang sebelumnya bernama Vallar Plc. Hubungan keduanya mulai memanas tak lama setelah perusahaan tersebut listing di bursa London.
Kabar yang beredar, Rothschild berniat mengambil alih Bumi Plc cara menjatuhkan harga sahamnya melalui kabar 'miring' seputar Grup Bakrie. Setelah saham Bumi Plc anjlok, Rothschild akan membelinya di harga murah.
Namun, Grup Bakrie yang sadar akan hal itu pun menyerang balik. Grup Bakrie sudah menarik satu-persatu personelnya dari jajaran direksi dan komisaris Bumi Plc. Setelah Indra Bakrie dan Ari Hudaya lebih dahulu meninggalkan perusahaan yang dulu bernama Vallar Plc itu, Chief Executive Officer (CEO) Bumi Plc Nalin Rathod pun menyusul.
Mundurnya jajaran direksi Bumi Plc itu dipicu oleh ketegangan antara dua investornya, yaitu Grup Bakrie dan Rothschild. Nat yang kabarnya berniat mengambil alih Bumi Plc dari Grup Bakrie menuduh anak usahanya di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), telah melakukan penggelapan dana.
Nat pun meminta dilakukannya audit investigasi terhadap BUMI dan BRAU. Audit investigasi pun dilakukan, tapi karena merasa tidak didukung direksi dan komisaris Bumi Plc, Nat pun mengundurkan diri.
Tak lama, Grup Bakrie yang geram atas tuduhan tak berdasar itu langsung mengajukan proposal untuk melepas hubungan dengan Bumi Plc melalui pembelian kembali saham-saham yang dipegang Bumi Plc di aset-asetnya di Indonesia senilai US$ 1,2 miliar.
Yaitu melalui pembelian kembali 29% saham BUMI juga 85% kepemilikan di BRAU yang keduanya merupakan anak usaha Bumi Plc. Pembelian akan dilakukan secara bertahap. Masing-masing nilainya US$ 278 juta dan US$ 950 juta.
Rothschild, yang juga salah satu pemegang saham Mayoritas di Bumi Plc merespons proposal ini dengan tawaran baru, yaitu berani membayar Bumi Plc senilai US$ 270 juta (Rp 2,5 triliun) kepada Bumi Plc melalui NR Investments jika dewan komisarisnya berani memutus hubungan dengan Grup Bakrie dan Samin Tan.
Dewan direksi Bumi Plc yang sudah melakukan pertemuan menyatakan tidak bisa merespons tawaran Rothschild dan akan melanjutkan pembahasan proposal Grup Bakrie, tawaran yang akan 'menceraikan' Bumi Plc dengan Grup Bakrie.
(ang/dnl)











































