Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (14/1/2013), IHSG ditutup melonjak 76,586 poin (1,78%) ke level 4.382,498. Sementara Indeks LQ45 ditutup melompat 17,567 poin (2,40%) ke level 749,446.
Sementara Wall Street berakhir mixed setelah S&P 500 dan Nasdaq terbebani oleh koreksi tajam saham Apple menyusul kekhawatiran melambatnya penjualan produk dari perusahaan nomor satu di dunia itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini, IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatan meski dalam rentang yang terbatas. Investor masih menanti laporan kinerja emiten akhir 2012.
Pergerakan bursa-bursa di regional pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 114,15 poin (1,06%) ke level 10.915,72. Β
- Indeks KOSPI naik tipis 1,73 poin (0,09%) ke level 2.008,77. Β
Rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 76.59 poin (+1.78%) ke 4,382.50 dengan jumlah transaksi sebanyak 10.46 juta lot atau setara dengan Rp 4.68 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG pada hari ini a.l sektor agricultural (+0.41%), sektor basic-industries (+1.98%), sektor construction and property (+2.48%), sektor consumer goods (+1.35%), sektor finance (+2.41%), sektor infrastructure (+1.16%), sektor mining (+2.28%), sektor misc-industries (+2.31%), dan sektor trade (+0.73%)
Tercatat sebanyak 153 saham mengalami penguatan, 95 saham mengalami penurunan, 100 saham tidak mengalami perubahan dan 119 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.I ASII (+2.74%), BMRI (+4.35%), BBCA (+2.82%), BBRI (+2.68%), dan SMGR (+5.00%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. UNVR (-0.70%), BIPI (-8.05%), RODA (-8.70%), BMTR (-1.04%), dan MNCN (-1.03%).
Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp435.01 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. BBRI, BMRI, BSDE, TLKM, dan BBCA. Mata uang Rupiah terapresiasi ke 9,635 per Dollar AS.
Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin menghasilkan sinyal positif pada indikator RSI dan Golden Cross pada indikator Slow Stochastic. Hal ini mengindikasikan hari ini IHSG akan mengalami penguatan untuk menguji resistance terdekat pada 4,430 yang juga merupakan level 127,2% Fibonacci Extention. Dengan support 4,300 dan resistance 4,430. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : ADRO, BBRI, DOID.
Trust Securities
Positifnya bursa saham Asia yang diikuti dengan hijaunya pembukaan Eropa membuat IHSG betah di zona hijau selama perdagangan dan bahkan naik cukup signifikan. Pelaku pasar kembali memanfaatkan kondisi positif tersebut untuk akumulasi beli secara bertahap saham-saham yang telah dinilai oversold karena tekanan jual selama 4-5 hari berturut-turut. Sentimen positif dari Asia, terutama dari China yang memberi kesempatan lebih besar bagi pemodal asing untuk berinvestasi membawa angin segar dan berimbas positif bagi IHSG serta dapat menghalau sentimen negatif dari depresiasi nilai tukar Rupiah. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.382,50 (level tertingginya) jelang akhir sesi 2 dan menyentuh level 4.313,96 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.382,50. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Selasa (15/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.304-4.316 dan resistance 4.395-4.413. Berpola bullish ladder bottom dan di atas middle bollinger bands (MBB). MACD tertahan penurunannya setelah terbentuk death cross dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic tertahan pelemahannya dan mencoba upreversal dari area oversold. Dengan terbentuknya pola teknikal tersebut diharapkan mampu membuka peluang penguatan berikutnya serta dapat bertahan di zona positif. Namun demikian, tentunya hal ini juga harus didukung dengan sentimen positif yang ada.
(ang/ang)











































