Right Issue Bank Niaga Paling Aman Kuartal I 2005

Right Issue Bank Niaga Paling Aman Kuartal I 2005

- detikFinance
Senin, 27 Sep 2004 11:13 WIB
Jakarta - Presdir Bank Niaga Peter B. Stock berharap pelaksanaan rencana right issue perusahaan senilai Rp 1 triliun bisa dilakukan akhir tahun ini dari rencana semula Agustus 2004. Namun ia mengakui, Bank Niaga lebih aman melakukan right issue pada kuartal pertama 2005."Untuk right issue time frame-nya fleksibel. Kita masih lihat situasi, apalagi saat ini masih dalam proses transisi (politik) takut kalau market tidak siap," kata Peter B. Stock disela acara jumpa pers peluncuran Bank Niaga Syariah di Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika, Jakarta, Senin, (27/9/2004).Menurut Peter, hingga akhir tahun CAR perseroan masih cukup kuat dikisaran 11 persen, sehingga belum ada pengaruh jika waktu right issue belum ditentukan saat ini.Apalagi saat ini, kata Peter, Perusahaan Pengalola Aset (PPA) sebagai pemegang saham sedang disibukkan oleh proses divestasi Bank Pertama. "Kita takut tidak terserap karena secara bersamaan ada corporate action dari bank-bank di bawah PPA, seperti divestasi Bank Permata," kata dia.Mengenai keinginan PPA meminta pembayaran atas dilusi yang terjadi jika right issue dilaksanakan, menurut Peter, hal itu masuk dalam detail pembicaraan yang terus dilakukan. "Tapi kita belum bicarakan lebih lanjut. Itu lebih baik ditanyakan ke PPA," katanya.Hingga akhir tahun 2004, Bank Niaga menargetkan laba bersih Rp 500 miliar dengan total kredit (outstanding) mencapai Rp 19 triliun, di mana kredit baru tahun ini diharapkan sebesar Rp 4,5 triliun-Rp 5 triliun. Untuk tahun 2005 pertumbuhan kredit diharapkan tetap di level 30 persen.Unit Usaha SyariahPada kesempatan itu, Peter juga menjelaskan, mulai Senin, (27/9/2004), Bank Niaga resmi mengoperasikan Unit Usaha Syariah. Di mana Bank Niaga untuk tahap awal telah menyiapkan lima kantor pelayanan syariah yang berada di Gedung Victoria, Blok M, Jakarta, serta empat kantor cabang pembantu syariah, masing-masing di Pondok Indah, Cikini, Niaga Tower Sudirman dan Tebet.Untuk tahun 2005, Bank Niaga rencananya akan membuka cabang di Bandung dan Surabaya, dan seterusnya di wilayah seperti Kalimantan dan Sulawesi Selatan. Modal awal Niaga Syariah ini sebesar Rp 12,5 triliun, di mana target nasabah yang dibidik adalah nasabah Bank Niaga yan sudah ada sebanyak 1,3 juta-1,5 juta nasabah.Peter mengakui target break event point (BEP) Niaga Syariah diharapkan tercapai kurang lebih dalam waktu satu tahun. "Dengan target pendanaan Rp 100 miliar (DPK) kita baru bisa BEP," ujarnya. (mi/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads