Jika DPR Setuju, Pemerintah Optimis Saham BNI Diserbu Investor
Senin, 27 Sep 2004 14:29 WIB
Jakarta - Pemerintah optimis saham Bank BNI akan diminati investor meski belum lama ini terjadi ledakan bom di Kedubes Australia dan pilpres tahap kedua. Sejauh ini, saham-saham BUMN masih dipersepsikan cukup bagus oleh pelaku pasar."Saya yakin pasar menunggu, dulu Bank Mandiri juga setelah bom Bali dan ternyata lancar, BRI juga setelah bom Marriott. Dan, mudah-mudahan setelah bom Kuningan juga lancar lagi," kata Deputi Menneg BUMN Bidang Restrukturisasi dan Privatisasi Mahmudin Yasin sesaat sebelum raker dengan Komisi IX di Gedung MPR/DPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Senin, (27/9/2004).Menurut Mahmudin, saat ini persepsi pasar terhadap BNI masih bagus. "BUMN seperti BNI selama ini persepsinya masih bagus. Mau digoreng juga bagus," katanya sambil tertawa.Mahmudin juga optimis jika DPR memberikan persetujuan hari ini, maka program divestasi BNI bisa diselesaikan sesuai target semula pada bulan Oktober nanti.Dia juga menyatakan, jika divestasi BNI disetujui DPR, maka bisa dipastikan target privatisasi dalam APBN-P yang sebesar Rp 5 triliun akan tercapai mengingat hingga saat ini penerimaan negara dari program privatisasi telah mencapai Rp 3,4-Rp 3,5 triliun."Ya, sekarang ini masih menunggu persetujuan dan dukungan DPR, terutama yang difokuskan adalah BNI. Kalau Merpati kan paket restrukturisasi internal dan perbaikan modal dengan menggandeng investor. Kalau BNI disetujui Insya Allah target terpenuhi," katanya.Sebelumnya, proses persetujuan divestasi BNI mengalami penundaan. Seyogyanya DPR akan memberikan persetujuan divestasi 30 persen saham BNI atau tidak pada Selasa, 21 September 2004 lalu. Namun tidak hadirnya Menneg BUMN Laksamana Sukardi tanpa alasan yang jelas dan Menkeu Boediono yang pada saat bersamaan mengadakan rapat dengan Panitia Anggaran DPR, membuat Komisi IX membatalkan rapat dan melanjutkannya hari ini.
(mi/)











































