Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melemah tipis 1,632 poin (0,04%) ke level 4.409,332 menyusul sepinya sentimen positif baik dari pasar domestik dan global. Penguatan bursa Asia belum mampu jadi katalis pendorong indeks.
Investor memilih lakukan aksi tunggu sehingga indeks bergerak dalam rentang yang tipis. Aksi jual banyak terjadi di saham-saham lapis dua dan mendorong indeks ke posisi tertingginya di 4.421,341 hampir menembus rekor intraday tertingginya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa trader yang berdomisili di Jakarta memulai perdagangan dengan telat gara-gara banjir yang mengepung ibukota. Sehingga banyak trader yang kehilangan momentum dan akhirnya membuat perdagangan sepi.
Indeks pun bergerak fluktuatif, naik-turun antara zona merah dan hijau dalam rentang yang tipis. Volume transaksi merupakan yang paling sepi tahun ini. Aksi beli masih terjadi di saham-saham bank dan tambang.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 55.911 kali pada volume 1,625 miliar lembar saham senilai Rp 1,645 triliun. Sebanyak 91 saham naik, sisanya 112 saham turun, dan 93 saham stagnan.
Bursa-bursa di regional akhirnya kompak terjebak di teritori negatif setelah pagi tadi rata-rata menguat. Bursa saham Jepang anjlok sangat dalam setelah penguatan nilai tukar yen terhadap dolar.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 25,55 poin (1,11%) ke level 2.283,95. Â
- Indeks Hang Seng melemah 86,04 poin (0,37%) ke level 23.270,95. Â
- Indeks Nikkei 225 ambles 163,99 poin (1,55%) ke level 10.436,45. Â
- Indeks Straits Times turun 13,80 poin (0,43%) ke level 3.194,70. Â
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 21.100, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 250 ke Rp 53.850, Hexindo (HEXA) turun Rp 150 ke Rp 7.500, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 150 ke Rp 19.200.
(ang/dnl)











































