Obligasi ASF Tawarkan Bunga 7,875-11,875 Persen/Tahun

Obligasi ASF Tawarkan Bunga 7,875-11,875 Persen/Tahun

- detikFinance
Senin, 27 Sep 2004 14:53 WIB
Jakarta - Obligasi kelima PT Astra Sedaya Finance (ASF) tahun 2004 senilai Rp 1 triliun mendapat peringkat AA- dari Pefindo. Obligasi yang bersifat amortisasi ini terdiri atas tujuh seri yang berjangka waktu 1-4 tahun. Demikian diungkapkan Presdir ASF Gunawan Geniusahardja dalam publik expose di Hotel Grand Melia, Jl. Rasuna Said, Jakarta, Senin, (27/9/2004). Obligasi ini akan dibayarkan setiap tiga bulan dengan tingkat bunga tetap.Obligasi seri A berjangka waktu 370 hari dengan indikasi bunga 7,875-8,375 persen/tahun. Seri B dengan jangka waktu 15 bulan memberikan indikasi bunga 8,125-8,750/tahun, obligasi seri C berjangka waktu 18 bulan dengan indikasi bunga 8,625-9,375 persen/tahun, dan obligasi seri D yang terdiri dari seri D1 berjangka waktu 21 bulan dengan tingkat bunga 9,750-10,500 persen/tahun dan seri D2 berjangka waktu 24 bulan dengan tingkat bunga 9,750-10,500 persen/tahun.Sedangkan obligasi seri E1 berjangka waktu 27 bulan dengan tingkat bunga 10,250-10,750 persen/tahun, seri E2 berjangka waktu 30 bulan dengan bunga samas eperti seri E1. Selanjutnya obligasi seri F yang terdiri dari seri F1 yang berjangka waktu 33 bulan dan seri F2 yang berjangka waktu 36 bulan dengan indikasi bunga sama sebesar 10,625-11,375 persen/tahun, serta seri G dengan tingkat bunga 11,250-11,875 persen, dimana pembayaran bunga obligasi ini dilakukan sebesar 25 persen pada bulan ke 39, 42, 45 dan 48.Menurut Gunawan, seluruh hasil obligasi ini akan digunakan untuk meningkatkan modal kerja perseroan dalam pengembangan pembiayaan konsumen. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas dan PT Trimegah Sekurities Tbk., dengan wali amanat PT BRI.Pelaksanaan book building dilakukan pada 22 September-4 Oktober 2004 dengan masa penawaran 14-18 Oktober dan pencatatan di BES pada 21 Oktober 2004.Hingga Juli 2004, total pembiayaan pembayaran ASF telah mencapai Rp 4,940 triliun dari target tahun ini sebesar Rp 7 triliun. Di mana, paling besar untuk pembiayaan mobil baru Rp 3,4 triliun, mobil bekas Rp 1,3 triliun dan sepeda motor Rp 239 miliar. (mi/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads